Kamis, 29 Juli 2021
Loyalitas merek (skripsi dan tesis)
Loyalitas merek dapat tercipta apabila konsumen telah merasakan
atau menggunakan produk tersebut dan kemudian merasa puas
terhadap produk tersebut, sehingga konsumen mempunyai kesan yang
baik terhadap produk tersebut.Dengan adanya rasa puas ,maka
konsumen akan secara perlahan memiliki loyalitas terhadap sebuah
merek produk. Loyalitas yang dimiliki konsumen tentu akan
memberikan dampak yang positif bagi perusahan,karena konsumen
yang telah memiliki loyalitas terhadap produk maka tidak akan
berubah atau beralih ke produk lain. Terutama jika produk yang disuka
mengalami perubahan, baik perubahan harga ataupun atribut. Loyalitas
merek adalah faktor kunci sebagai sebuah nilai untuk merek yang akan
dibeli atau dijual, karena pelanggan yang sangat setia dapat diharapkan
untuk memprediksi hasil penjualan dan keuntungan (Aakeer 1996)
Sedangkan pelanggan yang tidak loyal kepada suatu merek, pada
saat mereka melakukan pembelian biasanya tidak didasarkan akan
mereknya, melainkan kertetarikan mereka terhadap karakteristik
produk, harga, dan kenyamanan pemakaiiannya. Berarti konsumen
dalam tahap ini memiliki tingkat loyalitas merek yang lemah. Terdapat
beberapa tingkatan loyalitas dan setiap tingkat mewakili tantangan
pasar yang berbeda, dan mewakili juga tipe aset yang berbeda dalam
mengelola dan mengeksploitasinya. Tingkatan-tingkatan tersebut
adalah (Durianto dkk, 2004):
1. Berpindah-pindah.
Pelanggan yang berada pada tingkatan loyalitas ini dikatakan
sebagai pelanggan yang berada pada tingkatan yang paling dasar.
Semakin tinggi frekuensi pelanggan untuk memindahkan
pembeliannya dari suatu merek ke merek yang lain megindikasikan
mereka sebagai pembeli yang sama sekali tidak loyal atau tidak
tertarik pada produk tersebut.
2. Pembeli yang bersifat kebiasaan.
Pembeli pada tingkatan ini di indikasikan sebagai pembeli yang
puas dengan merek yang dikonsumsinya. Tapi pada dasarnya tidak
didapati alasan produk yang menciptakan keinginan membeli
merek produk yang lain atau berpindah merek terutama jika
peralihan tersebut memerlukan usaha, biaya maupun berbagai
pengorbanan lain.
3. Pembeli yang puas dengan peralihan biaya.
Pada tingkatan ini pembeli termasuk dalam kategori puas bila
mereka mengonsumsi merek tersebut, meskipun demikian mungkin
saja mereka memindahkan pembeliannya ke merek lain dengan
menanggung biaya perolehan yang terkait dengan waktu, uang dan
resiko kinerja yang melekat dengan tindakan mereka beralih merek.
4. Menyukai merek.
Pembeli dalam tingkatan ini merupakan pembeli yang bersungguhsungguh menyukai merek yang dikonsumsinya. Juga dijumpai
perasaan emosional yang terkait dengan simbol dan rangkaian
pengalaman dalam penggunaan-penggunaan sebelumnya.
5. Pembeli yang konsisten.
Pada tingkatan ini pembeli merupakan pelanggan yang setia. Mereka
memiliki suatu kebanggan sebgai pengguna suatu merek, bahkan
merek tersebut menjadi sangat penting bagi mereka dipandang dari
Segi fungsinya maupun sebagai suatu ekspresi mengenai siapa
sebenarnya mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar