Kamis, 29 Juli 2021
Ekuitas Merk (skripsi dan tesis)
Menurut Susanto dkk (2004:2) bahwa dalam menghadapi persaingan yang
ketat, merek yang kuat merupakan sebuah pembeda yang jelas, bernilai, dan
berkesinambungan, menjadi ujung tombak bagi daya saing perusahaan dan sangat
membantu dalam strategi pemasaran. Dikutip juga dalam bukunya Keller
(1993:43) bahwa brand equity sangatlah berhubungan kuat dengan kesetiaan dan
bagian pengukuran dari pengguna baru menjadi pengguna yang setia. Untuk memperkenalkan sebuah brand kepada khalayak, diperlukan adanya
equitas merk dalam brand tersebut. Ekuitas Merek atau brand equity dalam
kartajaya hermawan (2004:196) adalah aset intangible yang dimiliki oleh sebuah
merek karena value yang diberikannya baik kepada si produsen maupun si
pelanggan. Menurutnya pengukuran ekuitas merek sangat penting karena berbagai
alasan:
1. Hasil pengukuran tersebut bisa digunakan sebagai benchmark terhadap
market leader maupun pesaing lain.
2. Hasil pengukuran tersebut juga bisa sebagai guidance untuk penyusunan
strategi merek. Kalau anda melakukan tracking terhadap posisi ekuitas
merek andan dari waktu ke waktu, maka hasil tracking tersebut bisa
dibunakan sebagai acuan untuk penyusunan program promosi, layanan, atau
pengembangan saluran distribusi.
3. Pengukuran terhadap ekuitas merek juga akan membantu kita dalam
menjalankan manajemen portofolio merek.
Menurut Philip Kotler and Keller (2010:61), brand equity sebagai
sejumlah asset dan liabilities yang berhubungan dengan merek, nama dan simbol,
yang menambah atau mengurangi nilai dari produk atau pelanggan bagi
perusahaan atau pelanggan perusahaan.
Menurut kartajaya hermawan (2004:202) menyatakan bahwa untuk
memperkuat sebuah ekuitas merek dibutuhkan adanya beberapa unsur pendukung.
Berdasarkan hasil survei dari sebuah agen periklanan terhadap perusahaan-
12
perusahaan top dunia, menyebutkan bahwa karakteristik sebuah merk yang kuat
adalah:
Brand Awareness (65%)
The strength of brand positioning, concept, personality, a precise and
distinct image (39%)
The strength of signs recognition (logo, codes, packagin) by the
consumers (36%)
Brand authority with consumers, brand esteem, perceived status of the
brand and consumer loyalty (24%)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar