Terdapat tiga teori yang dapat dikemukakan untuk menjelaskan
adanya hubungan antara volume perdagangan saham dengan volatilitas
harga saham. Pertama, mixture of distribution hypothesis, yang
mengasumsikan bahwa perubahan harga per transaksi berhubungan secara
monoton dengan volume transaksi yang bersangkutan. Keduanya
berhubungan dengan aliran informasi yang masuk sehingga menimbulkan
hubungan antara volume dan pergerakan harga (mixing variable). Kedua,
difference in opinion model, yang mengemukakan apabila informasi publik
berubah dari menguntungkan menjadi tidak menguntungkan atau
sebaliknya, maka investor mempunyai keyakinan yang berbeda mengenai
nilai saham sehingga menimbulkan transaksi perdagangan. Ketiga,
asymmetric information model, yang mengemukakan bahwa investor yang
berinformasi (informed investor) akan melakukan transaksi berdasarkan
informasi privat yang diperolehnya. Karena itu, semakin banyak transaksi
yang dilakukan investor, semakin tinggi pula volatilitas harga saham
dikarenakan munculnya informasi privat. (Tim Studi Volatilitas Pasar
Modal Indonesia dan Perekonomian Dunia, 2011)
Berbagai penelitian membuktikan bahwa volume perdagangan
berpengaruh signifikan tehadap volatilitas harga saham, misalnya seperti
penelitian yang dilakukan oleh Chan dan Fong (2000) menemukan bahwa
volume perdagangan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
harga saham. Temuan serupa juga ditunjukkan oleh Chen et al. (2001) yang menganalisis indeks saham di sembilan negara. Studi tersebut
menunjukkan bahwa volatilitas indeks saham memiliki keterkaitan yang
positif dan signifikan dengan volume perdagangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar