Kegiatan perdagangan saham dapat dilihat melalui indikator
aktifitas volume perdagangan (trading volume activity) (Suad, 1998).
Kegiatan volume perdagangan yang sangat tinggi di bursa akan ditafsirkan
sebagai tanda pasar akan membaik. Peningkatan volume perdagangan
dibarengi dengan peningkatan harga saham merupakan gejala yang makin
kuat akan kondisi bullish (Suad, 1998).
Teori likuiditas menyatakan bahwa pengurangan dalam likuiditas
saham akan mempengaruhi pengurangan dalam harga saham juga
(Amihud, et al, 2005). Likuiditas diartikan sebagai kemudahan untuk
melakukakan transaksi dalam sekuritas. Semakin likuid suatu sekuritas dapat diartikan semakin besar volume perdagangan. Oleh karena itu, dapat
dikatakan bahwa ketika volume perdagangan mengalami kenaikan, maka
harga saham juga akan mengalami kenaikan.
Kenaikan atau penurunan harga saham akan mempengaruhi return
saham, apabila harga saham naik, return saham akan mengalami kenaikan.
Begitu juga sebaliknya, ketika volume perdagangan menurun, maka harga
saham akan mengalami penurunan dan berdampak terhadap penurunan
return saham.
Penelitian yang dilakukan oleh Fuadi (2009) menunjukan bahwa
volume perdagangan mempunyai pengaruh positif terhadap return saham.
Hal ini diperkuat pada hasil penelitian dari Kant (2011), Le Quang Tiep
dan Mustafa Mehmed (2009), Pathirawasam (2009), Mubarik dan Javid
(2009), Medeiros dan Doornik (2008). yang menyimpulkan bahwa volume
perdagangan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap return
saham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar