Menurut Jama’an (2008), teori signalling mengemukakan tentang
bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan isyarat kepada
pengguna laporan keuangan. Isyarat ini berupa informasi mengenai apa
yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk merealisasikan keinginan
pemilik. Isyarat dapat berupa promosi atau informasi lain yang
menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan
lain.
Teori signalling menjelaskan bahwa pemberian isyarat dilakukan oleh
manajer berguna untuk mengurangi asimetri informasi. Contoh kasus
dalam realita, misalnya manajer menerima informasi mengenai
profitabilitas dan arus kas bebas (free cashflow) pada masa yang akan
datang yang tidak dimiliki oleh investor, sehingga investor dituntut untuk
mempersepsikan isyarat tersebut sesuai dengan analisanya untuk
menangkap pesan yang terkandung dalam isyarat pada sebuah kebijakan
deviden perusahaan (Satmoko, 2012).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar