Masa depan dapat diprediksi dengan mempelajari masa lalu. Hal
ini dilakukan dengan membuat suatu permodelan dengan teori pricing
berdasarkan data masa lalu untuk meramalkan volatilitas pada masa yang
akan datang. Terdapat bermacam-macam pilihan dalam menghitung
historical volatility, namun sebagian besar metode bergantung pada
pemilihan dua paremeter, yaitu periode historis dimana volatilitas akan
dihitung, dan interval waktu antara perubahan harga. Periode historis dapat berupa jadi empat belas hari, enam bulan, lima tahun, atau lainnya.
Interval waktu dapat berupa harian, mingguan, bulanan, atau lainnya.
Future volatility dan historical volatility terkadang disebut sebagai
realized volatility
Tidak ada komentar:
Posting Komentar