Volatilitas return ditunjukan dengan varian atau standar deviasi return.
Volatilitas adalah pengukuran statistik variasi harga suatu instrumen (Butler,
1999). Dengan kata lain, volatilitas adalah kecepatan naik turunnya return.
Semakin tinggi volatilitasnya, maka kepastian return suatu saham semakin
rendah, begitu juga sebaliknya. Dalam melakukan forecasting, volatilitas
umumnya diasumsikan konstan dari waktu ke waktu, walaupun kenyataannya
tidak. Menurut Watsham (1997), volatilitas yang konstan dari waktu ke waktu
disebut homoskedastic, sedangkan volatilitas yang tidak konstan disebut
heteroskedastic.
Volatilitas Konstan (Constant Volatility) dapat diukur menggunakan Standar
Deviasi (Standard Deviation), rata-rata bergerak sederhana (Simple Moving Average)
dan Historical Simulation. Standar deviasi dapat digunakan untuk mengukur
volatilitas data yang memiliki distribusi normal. Standar deviasi mengukur
penyebaran atau distribusi yang merupakan jarak rata-rata perubahan harga terhadap
mean sebagai puncak.
Asumsi volatilitas dan korelasi biasanya konstan, tetapi kenyataannya
volatilitas dan korelasi pada data keuangan adalah tidak konstan, kadang
menunjukan ketidakteraturan. Bisa saja pada suatu periode volatilitasnya rendah
namun berikutnya diikuti dengan volatilitas tinggi. Hal ini disebut dengan
volatility clustering. Volatilitas tidak konstan (Non-Constant Volatility) dapat diukur
menggunakan metode Generalized Autoregresive Conditional Heteroskedastic
(GARCH).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar