Informasi tentang utilisasi pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan oleh pihak
manajemen pelayanan kesehatan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pada
bisnis asuransi kesehatan, informasi tingkat utilisasi pelayanan merupakan faktor
kritis untuk dapat mengelola perusahaan secara baik. Dengan diketahuinya pola
utilisasi pelayanan kesehatan, pola pemberian pelayanan kesehatan dan
pembiayaan pelayanan kesehatan memungkingkan pihak asuradur untuk
merancang paket jaminan kompetitif, dalam arti harga, tetapi sesuai dengan
kebutuhan medis konsumen baik individu dan maupun kelompok (Ilyas, 2006).
Feldstein (1988) menyebutkan bahwa dengan memahami utilisasi pelayanan
kesehatan maka akan memungkinkan semakin akuratnya upaya peningkatan
pelayanan kesehatan di masa depan. Artinya, data dan informasi penggunaan
pelayanan kesehatan merupakan dokumen substansial untuk merancang program
pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan mampu dibeli oleh masyarakat.
19
Peta pemanfaatan pelayanan kesehatan dapat digunakan untuk mengevaluasi
sejauh mana efektifitas dan efisiensi dari penyelenggaraan program pelayanan
kesehatan. Hasil dari evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai masukan untuk
perencanaan bisnis asuransi kesehatan seperti mengembangkan produk baru yang
kompetitif di pasar asuransi kesehatan.
Pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah hasil dari proses pencarian
pelayanan kesehatan oleh seseorang maupun kelompok. Pengetahuan tentang
faktor yang mendorong individu membeli pelayanan kesehatan merupakan faktor
kunci yang mempengaruhi pencarian pelayanan kesehatan. Mengetahui
faktorfaktor yang mempengaruhi pencarian pelayanan kesehatan berarti juga
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan/utilisasi.
Menurut Notoatmodjo (1993), perilaku pencarian pengobatan adalah perilaku
individu maupun kelompok atau penduduk untuk melakukan atau mencari
pengobatan. Perilaku pencarian pengobatan di masyarakat terutama di negara
berkembang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilihat sebagai: usaha-usaha
mengobati sendiri penyakitnya atau mencari pengobatan ke fasilitas-fasilitas
pelayanan kesehatan modern (puskesmas, perawat, dokter praktek, rumah sakit,
dll) maupun fasilitas pengobatan tradisional (dukun, shines, dll). Model-model
utilisasi pelayanan kesehatan bermacam macam, diantaranya:
1. Model Andersen (1975)
Andersen mendeskripsikan model sistem kesehatan merupakan suatu model
kepercayaan kesehatan yang disebut sebagai model perilaku pemanfaatan
pelayanan kesehatan (behavioral model of health service utilization).
Andersen mengelompokkan faktor determinan dalam pemanfaatan pelayanan
kesehatan ke dalam 3 kategori utama, yaitu: karakteristik predisposisi,
karakteristik kemampuan, dan karakteristik kebutuhan.
a. Karakteristik Predisposisi (Predisposing Characteristics)
Karakteristik ini digunakan untuk menggambarkan fakta bahwa setiap
individu mempunyai kecenderungan menggunakan pelayanan kesehatan
yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena adanya ciri-ciri individu
yang digolongkan ke dalam 3 kelompok, yaitu demografi (jenis kelamin,
usia, dan status pernikahan), struktur sosial (tingkat pendidikan,
pekerjaan, hobi, ras, agama, dan sebagainya), kepercayaan kesehatan
(keyakinan bahwa pelayanan kesehatan dapat menolong proses
penyembuhan penyakit).
b. Karakteristik Kemampuan (enabling characteristics)
Karakteristik kemampuan adalah sebagai keadaan atau kondisi yang
membuat seseorang mampu untuk melakukan tindakan untuk memenuhi
kebutuhannya terhadap pelayanan kesehatan. Andersen (1975)
membaginya ke dalam 2 golongan yaitu: sumber daya keluarga dan
sumber daya masyarakat. Sumber daya keluarga adalah penghasilan
keluarga, keikutsertaan dalam asuransi kesehatan, kemampuan membeli
jasa pelayanan kesehatan dan pengetahuan tentang informasi pelayanan
kesehatan yang dibutuhkan sedangkan sumber daya masyarakat adalah
jumlah sarana pelayanan kesehatan yang ada, jumlah tenaga kesehatan
yang tersedia dalam wilayah tersebut, rasio penduduk terhadap tenaga
kesehatan, dan lokasi pemukiman penduduk. Menurut Andersen semakin
banyak sarana dan jumlah tenaga kesehatan maka tingkat pemanfaatan
pelayanan kesehatan suatu masyarakat akan semakin bertambah.
c. Karakteristik Kebutuhan (Need Characteristics)
Karakteristik kebutuhan merupakan komponen yang paling langsung
berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Andersen (1975)
menggunakan istilah kesakitan untuk mewakili kebutuhan pelayanan
kesehatan. Penilaian terhadap suatu penyakit merupakan bagian dari
faktor kebutuhan. Penilaian ini dapat diperoleh dari dua sumber yaitu: (i).
Penilaian individu. Penilaian keadaan kesehatan yang dirasakan oleh
individu, besarnya ketakutan terhadap penyakit dan hebatnya rasa sakit
yang diderita. (ii). Penilaian klinik. Penilaian beratnya penyakit dari
dokter yang merawatnya. Hal ini tercermin dari hasil pemeriksaan dan
penentuan diagnosis penyakit oleh dokter.
2. Model Zschock (1979)
Zschock menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi
seseorang menggunakan pelayanan kesehatan yaitu:
a. Status Kesehatan, Pendapatan dan Pendidikan
Faktor status kesehatan mempunyai hubungan yang erat dengan
penggunaan pelayanan kesehatan meskipun tidak selalu demikian
fenomenanya. Artinya, makin tinggi status kesehatan seseorang, maka
ada kecenderungan orang tersebut banyak menggunakan pelayanan
kesehatan. Tingkat pendapatan seseorang sangat mempengaruhi dalam
menggunakan pelayanan kesehatan. Seseorang yang tidak memiliki
pendapatan dan biaya yang cukup akan sangat sulit mendapatkan
pelayanan kesehatan meskipun dia sangat membutuhkan pelayanan
tersebut. Akibatnya adalah tidak terdapatnya kesesuaian antara kebutuhan
dan permintaan (demand) terhadap pelayanan. Disamping itu, tingkat
pendidikan seseorang juga akan mempengaruhi tingkat utilisasi
pelayanan kesehatan. Biasanya orang dengan tingkat pendidikan formal
lebih tinggi akan mempunyai tingkat pengetahuan akan informasi tentang
pelayanan kesehatan yang lebih baik dan pada akhirnya akan
mempengaruhi status kesehatan seseorang.
b. Faktor Konsumen dan PPK
Provider sebagai pemberi jasa pelayanan mempunyai peranan yang lebih
besar dalam menentukan tingkat dan jenis pelayanan yang akan
dikomsumsi bila dibandingkan dengan konsumen sebagai pembeli jasa
pelayanan. Hal ini sangat memungkinkan provider melakukan
pemeriksaan dan tindakan yang sebenarnya tidak diperlukan bagi pasien.
c. Kemampuan dan Penerimaan Pelayanan Kesehatan
Kemampuan membayar pelayanan kesehatan berhubungan erat dengan
tingkat penerimaan dan penggunaan pelayanan kesehatan. Pihak ketiga
(perusahaan asuransi) pada umumnya cenderung membayar pembiayaan
kesehatan tergantung lebih besar dibanding dengan perorangan. Sebab
itu, pada negara dimana asuransi kesehatan sosial lebih dominan atas
komersial atau sistem asuransi kesehatan nasional, peranan asuradur
sangat penting dalam menentukan penggunaan pelayanan kesehatan.
d. Risiko sakit dan lingkungan
Faktor risiko dan lingkungan juga mempengaruhi tingkat utilisasi
pelayanan kesehatan. Risiko sakit tidak sama pada setiap individu dan
datangnya penyakit tidak terduga pada masing-masing individu.
Disamping itu, faktor lingkungan sangat mempengaruhi status kesehatan
individu maupun masyarakat. Lingkungan hidup yang memenuhi
persyaratan kesehatan memberikan risiko sakit yang lebih rendah kepada
individu dan masyarakat.
3. Model Andersen & Anderson (1979)
Andersen & Anderson, menggolongkan model yang dilakukan dalam
penelitian utilisasi pelayanan kesehatan ke dalam tujuh kategori berdasarkan
tipe dari variabel yang digunakan sebagai faktor yang menentukan dalam
utilisasi pelayanan kesehatan yaitu:
a. Model Demografi (Demographic Model)
Pada model ini, variabel-variabel yang digunakan adalah usia, jenis
kelamin, status pernikahan, dan besarnya keluarga. Variabel ini
digunakan sebagai ukuran atau indikator yang mempengaruhi utilisasi
pelayanan kesehatan.
b. Model Struktur Sosial (Social Structural Model)
Pada model ini, variabel yang digunakan adalah pendidikan, pekerjaan
dan etnis. Variabel ini mencerminkan status sosial dari individu atau
keluarga dalam masyarakat, yang juga dapat menggambarkan tentang
gaya hidup mereka. Struktur sosial dan gaya hidup masyarakat ini akan
menggambarkan tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh
masyarakat itu sendiri.
c. Model Sosial Psikologis (Social Psychological Model)
Pada model ini, variabel yang digunakan adalah pengetahuan, sikap dan
keyakinan indivdu dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan. Variabel
psikologi ini mempengaruhi individu untuk mengambil keputusan dan
bertindak dalam menggunakan pelayanan kesehatan yang tersedia.
d. Model Sumber Keluarga (Family Resource Model)
Pada model ini variabel yang digunakan adalah pendapatan keluarga dan
cakupan asuransi kesehatan. Variabel ini dapat mengukur kesanggupan
dari individu atau keluarga untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Makin komprehensif paket asuransi kesehatan yang sangup individu beli,
makin terjamin pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dapat dikomsumsi
oleh individu.
e. Model Sumber Daya Masyarakat (Community Reserch Model)
Pada model ini variabel yang digunakan adalah penyediaan pelayanan
kesehatan dan sumber-sumber dalam masyarakat. Pada dasarnya model
sumber daya masyarakat dan sumber-sumber daya masyarakat ini adalah
supply ekonomi yang berfokus pada ketersediaan sumber kesehatan pada
masyarakat. Artinya, makin banyak provider yang tersedia, makin tinggi
aksesibilitas masyarakat untuk menggunakan pelayanan kesehatan.
f. Model Organisasi (Organization Model)
Model ini menggunakan variabel pencerminan perbedaan bentuk-bentuk
sistem pelayanan kesehatan. Biasanya variabel yang digunakan: gaya
praktek pengobatan (sendiri, rekanan, atau kelompok), sifat alamiah dari
pelayanan tersebut (membayar langsung atau tidak), lokasi dari
pelayanan kesehatan (pribadi, RS, atau klinik), petugas kesehatan yang
pertama kali kontak oleh pasien (dokter, perawat, atau yang lainnya).
g. Model Sistem Kesehatan
Model ini mengintegrasikan keenam model di atas ke dalam model yang
lebih sempurna, sehingga apabila dilakukan analisa terhadap penyediaan
dan utilisasi pelayanan kesehatan harus dipertimbangkan semua faktor
yang berpengaruh di dalamnya
Selasa, 28 September 2021
Utilisasi Pelayanan Kesehatan (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar