Rabu, 29 September 2021

Pengertian Budaya (skripsi dan tesis)


Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi
dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota
kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan
keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu,
budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya
dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan. Budaya
kuat juga bisa dimaknakan sebagai budaya yang dipegang secara intensif, secara
luas dianut, semakin jelas disosialisasikan dan diwariskan serta berpengaruh
terhadap lingkungan dan perilaku manusia. Menurut perucci dan Hamby dalam
Afandi (2011;184) mendefinisikan budaya adalah segala sesuatu yang dilakukan,
difikirkan dan diciptakan oleh manusia dalam masyarakat, serta termasuk
pengakumulasian sejarah dari obyek-obyek atau perbuatan yang dilakukan
sepanjang waktu.
Idealnya tiap perusahaan memiliki budaya, yakni suatu sistem nilai yang
merupakan kesepakatan kolektif dari semua yang terlibat dalam perusahaan. Yang
dimaksud dengan kesepakatan disini adalah dalam hal cara pandang tentang
bekerja dan unsur-unsurnya. Suatu sistem nilai merupakan konsepsi nilai yang
hidup dalam alam pemikiran sekelompok manusia/karyawan dan manajemen.
Lalu persepsi itu melahirkan makna dan pandangan hidup yang akan
mempengaruhi sikap dan tingkah laku karyawan dan manajemen.
28
Pada hakikatnya, bekerja dapat dipandang dari berbagai perspektif seperti
bekerja merupakan bentuk ibadah, cara manusia mengaktualisasikan dirinya,
bentuk nyata dari nilai-nilai, dan sebagai keyakinan yang dianutnya. Semua
pandangan itu dapat menjadi motivasi untuk melahirkan karya yang bermutu
dalam pencapaian tujuan organisasi dan individu. Karena itu setiap karyawan dan
manajemen seharusnya memiliki sudut pandang atau pemahaman yang sama
tentang makna budaya kerja dan batasan bekerja.
Berikut ini dikemukakan beberapa ahli memberi pengertian budaya
organisasi sebagai berikut:
1. Menurut Tungga dalam Afandi (2011;17) budaya organisasi adalah bagaimana
organisasi belajar berhubungan dengan lingkungan.
2. Menurut Robbins dalam Afandi (2011;525) budaya organisasi adalah sebuah
persepsi umum yang dipegang oleh anggota organisasi, suatu system tentang
keberartian bersama.
3. Menurut Robins dalam Afandi (2011;190) berpendapat budaya organisasi
merupakan perekat social yang mengikat anggota-anggota organisasi secara
bersama-sama melalui nilai-nilai, norma-norma standar yang jelas tentang apa
yang dapat dan tidak dilakukan dan dikatakan oleh anggotanya.
4. Menurut Greenberg dan Baron dalam Afandi (2011;515) menyatakan budaya
organisasi sebagai kerangka kerja kongnitif yang terdiri dari sikap, nilai-nilai,
norma perilaku dan harapan yang diterima bersama oleh anggota organisasi.
Bedasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi
sesungguhnya tumbuh karena diciptakan dan dikembangkan oleh individu yang
bekerja dalam suatu organisasi, dan diterima sebagai nilai-nilai yang harus
dipertahankan dan diturunkan kepada setiap anggota baru. Nilai-nilai tersebut
digunakan sebagai pedoman bagi setiap anggota selama mereka berada dalam
lingkungan organisasi tersebut, dan dapat dianggap sebagai ciri khas yang
membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya.

Tidak ada komentar: