Rabu, 29 September 2021

Defenisi Stres Kerja (skripsi dan tesis)


Menurut Kreitner dan Kinicki (2005) stres merupakan suatu respons
yang adaktif, dihubungkan oleh karakteristik dan proses psikologi individu
yang merupakan suatu konsekuensi dari setiap tindakan eksternal, situasi
atau peristiwa yang menempatkan tuntutan psikologis dan fisik pada
seseorang. Menurut Robbins (2007) mendefinisikan bahwa stres sebagai
kondisi yang dinamis di mana seseorang dikonfrontasikan dengan
kesempatan, hambatan, atau tuntutan yang berhubungan dengan apa yang
diinginkannya dan untuk itu keberhasilannya ternyata tidak pasti.
Menurut Gibson et al. (2005) mengemukakan bahwa stres kerja pada
dasarnya dikonseptualisasi dari beberapa titik pandang, yaitu stres sebagai
stimulus, stres sebagai respon dan stres sebagai stimulus-respon. Stres
sebagai stimulus merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada
lingkungan. Hasibuan (2009) mengemukakan bahwa stres merupakan
sebuah kondisi yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi
seseorang, orang yang stres menjadi nervous dan merasakan kekuatiran
kronis.
Mangkunegara (2008) mendefenisikan stres kerja sebagai perasaan
tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres kerja
ini tampak dari sindrom antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang,
suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks,
cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat dan mengalami gangguan
penceranaan”.
Berdasarkan beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa stres
kerja merupakan sebuah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan
pada fisik maupun mental dalam menyelesaikan tugas tugas yang diberikan
dan akan berdampak pada penurunan kinerja pada individu tersebut.

Tidak ada komentar: