Selasa, 28 September 2021

Pengertian Psychological Well-Being (skripsi dan tesis)


Psychological well-being merupakan realisasi dan pencapaian penuh dari
potensi individu dimana individu dapat menerima kekurangan dan kelebihan
dirinya, mandiri, mampu membina hubungan positif dengan orang lain, dapat
menguasai lingkungannya dalam arti memodifikasi lingkungannya agar sesuai
dengan keinginannya, memiliki tujuan hidup, serta terus mengembangkan
pribadinya (Ryff, 1989). Psychological well-being bukan hanya kepuasan
hidup dan keseimbangan antara afek positif dan afek negatif namun juga
melibatkan persepsi dari keterlibatan dengan tantangan-tantangan sepanjang
hidup.
Kesejahteraan psikologis (psychological well-being) merupakan suatu
kondisi tertinggi yangdapat dicapai oleh individu yang mencakup evaluasi dan
penerimaan diri pada berbagai aspek kehidupan tidak hanya berupa aspek
positif namun juga aspek negatif yang terbagi dalam enam dimensi, yaitu:
dimensi penerimaan diri, dimensi hubungan positif dengan orang lain, dimensi
otonomi, dimensi penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan dimensi
pengembangan pribadi (Lakoy, 2009).
Psychological well-being dapat diartikan sebagai kepuasan hidup.
Keadaan sehat secara mental, kebahagiaan, dan kepuasan hidup ini sangat
penting agar para lansia dapat menjalani masa lansia dengan baik. Beberapa
faktor yang mempengaruhi Psychological well-being antara lain adalah
demografi, kepribadian, dukungan sosial, dan evaluasi terhadap pengalaman
hidup. Salah satu dari unsur kepribadian yang dianggap mempengaruhi
Psychological well-being adalah masalah emosi (De Lazzari, 2000).
Individu dengan Psychological well-being yang baik akan memiliki
kemampuan untuk memilih dan menciptakan lingkungan sesuai dengan
kondisi fisik dirinya. Dengan kata lain mempunyai kemampuan dalam
menghadapi kejadian-kejadian di luar dirinya. Selain itu individu juga dapat
menerima kekuatan dan kelemahan diri sendiri sebagaimana adanya, memiliki
hubungan positif dengan orang lain, mampu mengarahkan perilakunya sendiri
(Liwarti, 2013).
Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan
psikologis merupakan suatu kondisi tertinggi yang dapat dicapai oleh individu
yang mencakup evaluasi dan penerimaan diri pada berbagai aspek kehidupan
serta merasa puas dalam kehidupan

Tidak ada komentar: