1. Usia
Usia berpengaruh pada risiko kesehatan seseorang dan juga mempengaruhi
utilisasi pelayanan kesehatannya. Orang yang semakin berusia semakin
berisiko terganggu kesehatannya (Kendig et al, 2010; Musich, 2016; Honge,
2016; Narouzi, 2014). Penelitian yang dilakukan oleh Musich et al.(2016)
menyebutkan bahwa individu yang berusia 65-69 tahun lebih sering
memanfaatkan pelayanan kesehatan. Penelitian lain yang dilakukan oleh
Honge, et al (2016) menyebutkan bahwa individu yang berusia 65 tahun
keatas memiliki hubungan yang signifikan terhadap kunjungan ke pelayanan
kesehatan.
2. Jenis Kelamin
Jenis kelamin juga menunjukan asosiasi dalam pemanfaatan pelayanan
kesehatan (Parslow et al, 2002; Andersen et al, 2002; Dhingra et al, 2010;
Broyles et al, 2010). Penelitian yang di lakukan oleh Kendig, et al (2010)
menyebutkan bahwa wanita berkorelasi negatif terhadap utilisasi pelayanan
kesehatan, ini mencerminkan fakta bahwa wanita lebih mampu mengelola
masalah kesehatanya dengan cara yang lebih baik. Penelitian dari Vals, et al
(2013) yang dilakukan di Estonia menyebutkan bahwa wanita cenderung
memanfaatkan pelayanan kesehatan primer dan rawat jalan lebih sering
daripada pria.
3. Pendidikan
Dalam enam studi, pendidikan dikaitkan secara signifikan dengan
utilisasi pelayanan kesehatan (Parslow et al (2002); Andersen et al (2001);
Blackwell et al (2009); Chen et al (2008). Penelitian yang dilakukan
Hammond, et al (2010) menyebutkan bahwa pria Afrika dan Amerika pada
kelompok pendidikan terendah memiliki peluang paling rendah dalam
penjadwalan pemeriksaan kesehatan rutin. Penelitian lain yang dilakukan
Blackwell, et al (2009) menyebutkan bahwa pendidikan merupakan sumber
yang memungkinkan, orang dewasa Kanada dan AS dengan penghasilan dan
pendidikan yang rendah memiliki kunjungan ke Dokter yang lebih rendah.
4. Letak Wilayah
Wilayah tempat tinggal juga terkait dengan utilisasi pelayanan kesehatan.
Tinggal di daerah perkotaan secara signifikan meningkatkan kemungkinan
warga untuk menghubungi dokter (Thode et al, 2005).
5. Pendapatan
Tingkat pendapatan juga mempengaruhi penggunaan pelayanan kesehatan.
Orang dewasa AS berpenghasilan rendah memiliki kemungkinan kontak
dokter yang lebih rendah (Blackwell et al, 2009) Penelitian di AS lainnya
menemukan bahwa orang-orang dengan pendapatan tahunan rumah tangga
kurang dari $ 50.000 cenderung menerima perawatan psikiatri daripada
mereka yang berpenghasilan lebih dari $ 75.000 atau lebih tinggi (Dhingra et
al, 2010). Penelitan yang dilakukan oleh Parslow, et al (2002) di Australia
dengan sampel orang dewasa muda menemukan bahwa mereka yang
melaporkan maslah keuangan pada tahun sebelumnya lebih sering
mengunjungi dokter umum.
6. Riwayat Penyakit Kronis
Adanya gangguan kesehatan fisik dan mental yang lebih buruk
adalah prediktor yang signifikan untuk meningkatkan utilisasi. Dalam sebuah
penelitian di AS tentang kelompok populasi yang rentan secara medis (orang
tua, miskin dan tidak diasuransikan), mereka yang memiliki riwayat diabetes,
hipertensi, atau kolesterol darah tinggi kunjungan dokter secara signifikan
lebih banyak (Broyles et al, 1999). Pada orang dewasa Kanada dan AS yang
memiliki riwayat penyakit kronis, dan episode depresi semakin meningkat
kontak dengan dokter dan rawat inap (Broyles et al, 2002). Utilisasi pelayanan
kesehatan cenderung meningkat pada orang yang memiliki riwayat penyakit
kronis (Musich et al, 2016; Honge et al, 2016).
7. Kepemilikan Asuransi Kesehatan
Kepemilikan asuransi kesehatan adalah salah satu faktor penentu
seseorang dalam mengakses pelayanan kesehatan. Beberapa penelitian
menemukan bahwa seseorang yang memiliki asuransi kesehatan meningkat
secara signifikan dalam penggunaan layanan kesehatan (Andersen et al, 2002;
Brown et al, 2004; Stockdale et al, 2007; Blackwell et al, 2009; Dhingra et al,
2010; Honge et al, 2016). Di AS, wanita yang tidak memiliki asuransi
kesehatan secara signifikan lebih mungkin untuk menunda perawatan daripada
rekan mereka yang memiliki asuransi kesehatan (Insaf et al, 2010).
8. Status Kesehatan
Status kesehatan yang sedang dirasakan seseorang mempengaruhi dalam
pemanfaatan pelayanan kesehatan didung dari beberapa penelitian yang
menyebutkan bahwa mereka yang memiliki perasaan kesehatan kurang baik
secara signifikan lebih mungkin untuk menerima perawatan dibandingkan
dengan mereka yang perasaan kesehatannya sangat baik (Dhingra et al, 2010,
Norouzi, 2014; Honge at al, 2016).
9. Body Mass Index
Body Mass Index seseorang berpengaruh terhadap utilisasi pelayanan
kesehatannya. Seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas
berpengaruh secara signifikan terhadap utilisasi pelayanan kesehatan
dibandingkan mereka yang berat badannya normal (Vals et al, 2013; Musich
et al 2016; Hyun et a, 2009).
10. Kebiasaan Merokok
Merokok adalah salah satu faktor risiko dalam kejadian penyakit tidak
menular seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe-2 kanker, dan penyakit
paru-paru (Baliunas et al, 2007). Kebiasaan merokok juga berhubungan secara
signifikan terhadap utilisasi pelayanan kesehatan. seseorang yang merokok
dan yang telah berhenti merokok namun pernah merokok memiliki kunjungan
yang lebih sering ke perawatan kesehatan (Vals et al, 2013; Honge et al, 2016;
Nourozi, 2014).
11. Aktivitas Fisik
Seseorang yang memiliki kebiasaan berolahraga memiliki perasaan
kesehatan yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memiliki
kebiasaan melakukan aktivitas fisik (Norouzi, 2014). Penelitian yang
dilakukan oleh Kendig, et al (2010) menunjukkan bahwa orang tua yang
memiliki kebiasaan melakukan aktifitas cenderung lebih sedikit untuk
mengakses ke perawatan kesehatan dibandingkan mereka yang tidak memiliki
kebiasaan melakukan aktifitas fisik.
Selasa, 28 September 2021
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Utilisasi Pelayanan Kesehatan (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar