Seorang pemimpin yang merupakan motivator harus mengetahui tentang motivasi
agar keberhasilan organisasi dalam mewujudkan usaha kerja manusia dapat
tercapai. Menurut Mangkunegara (2004: 65) dalam Andiyanto (2011) bahwa ada
dua faktor yang mempengaruhi perilaku manusia yaitu :
1. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik dapat pula dibangkitkan dari dalam atau sering disebut
motivasi internal. Sasaran yang ingin dicapai berada dalam individu itu sendiri.
Karyawan dapat bekerja karena tertarik dan senang pada pekerjaannya,
karyawan merasa pekerjaan yang dilakukan memberikan makna, kepuasan dan
kebahagiaan pada dirinya. Adapun faktor instrinsik terdiri dari upah, keamanan
kerja, kondisi kerja, status prosedur perusahaan dll,
2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi yang dibangkitkan karena mendapatkan rangsangan dari luar
merupakan motivasi eksternal. Faktor ekstrinsik adalah prestasi, pengakuan,
tanggung jawab, kemajuan, pekerjaan itu sendiri, kemungkinan untuk
berkembang, peraturan, kebijakan perusahaan, interaksi antara karyawan, dan
lain sebagainya. Faktor pemeliharaan yang merupakan kondisi ekstrinsik dari
karyawan yang akan menimbulkan ketidakpuasan dan faktor motivator
merupakan faktor yang menggerakkan motivasi
Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seorang individu yang
merangsangnya melakukan tindakan-tindakan. Sedangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi motivasi adalah sebagai berikut :
a. Kebutuhan-kebutuhan pribadi
b. Tujuan dan Persepsi-persepsi orang atau kelompok yang bersangkutan
c. Cara dengan apa kebutuhan-kebutuhan serta tujuan-tujuan tersebut akan
direalisasikan.
Menurut Hasibuan (2003:86) dalam Andiyanto (2011;32) bahwa faktor-faktor
yang mempengaruhi motivasi terbagi menjadi dua metode motivasi :
1. Motivasi Langsung, yaitu motivasi (material & nonmaterial) yang diberikan
secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan
serta kepuasannya. Jadi sifatnya khusus, seperti pujian, penghargaan, tunjangan
hari raya, bonus, dan bintang jasa.
2. Motivasi Tak Langsung, yaitu motivasi yang diberikan hanya merupakan
fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja/kelancaran
tugas sehingga para karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerjaan.
Misalnya mesin yang baik, ruangan kerja yang terang, suasana kerja,
penempatan yang tepat. Motivasi tak langsung besar pengaruhnya untuk
merangsang semangat bekerja karyawan sehingga produktif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar