Konflik memiliki definisi pertentangan yang cukup keras. Penyebab
konflik merupakan adanya komunikasi yang tidak efektif antara beberapa
pihak. Konflik dipicu karena adanya perbedaan pola pikir, kepentingan, nilai
dan tujuan, perbedaan lainnya yang tidak mampu dinegosiasikan dan
diselesaikan dengan mudah (Lestari, 2016)..
a. Penyebab
Konflik keluarga pun juga merupakan adanya pertentangan antara
anggota anggota keluarga baik itu antar suami istri, orang tua dengan
anak, atau lainnya dengan saling menyerang dengan kata kata, bahasa
tubuh atau perilaku, berlaku kaku atau tegang, permusuhan, bahkan
perceraian dalam rumah tangga. Konflik dalam keluarga bisa terjadi
dikarenakan keterbatasan kemampuan diri untuk menyesuaikan diri,
mengatasi masalah, dorongan emosional yang terlalu tinggi, dan lainnya.
b. Perbedaan Konflik Keluarga dan Lingkungan
Berbeda dengan konflik di lingkungan yaitu diluar keluarga. Hal
yang membedakan antara konflik keluarga dan lingkungan adalah aspek
intensitas, aspek durasi, dan aspek kompleksitas. Keluarga merupakan
bagian yang paling dekat dengan individu sehingga adanya konflik dalam
keluarga bisa memicu intensitas dan durasi stres yang jauh lebih lama,
lebih membekas, dan lebih terasa berat.
Fase anak yang paling beresiko besar terjadinya konflik dengan
keluarga yaitu pada saat anak berada di usia remaja, dimana mereka mulai
tidak nyaman dengan peraturan rumah, terbawa pengaruh teman –
temannya, memimpikan kebebasan, dan lainnya. Konflik semacam ini
cukup krusial yakni apabila orang tua tidak bisa memahami dan
menyelesaikan masalah, maka dapat berdampak pada buruknya tumbuh
kembang anak ke arah negatif.
c. Penyelesaian
Penyelesaian konflik yang bisa dilakukan orang tua dalam hal ini
adalah menggunakan fungsi keluarga yang berarti melindungi,
berkomunikasi, berkompromi, mengalah, dan mengantisipasi setiap
respon yang terjadi. Penyelesaian konflik yang konstruktif akan
berdampak positif bagi anak. Seberat apapun konflik yang terjadi di
dalam keluarga, tempat terakhir yan gmereka tuju adalah keluarga.
Psikologi keluarga disini memiliki fungsi agar orang tua lebih bisa
memahami, lebih bisa berfikir dan berperilaku tenang dalam menghadapai
konflik. Orang tua memiliki peran untuk menimbang nimbang atau
memprediksi dampak buruk yang mungkin terjadi sehingga tidak sampai
hal tersebut terjadi.
d. Strategi Mengurangi Konflik
Pemecahan masalah dalam suatu konflik keluarga, harus didasari
pada kesepakatan bersama yang sudah berjalan dalam keluarga tersebut.
Misalnya seperti aturan aturan yang sudah disepakati dan berlaku untuk
semua anggota keluarga dan juga sudah dilaksanakan, maka aturan aturan
tersebut bisa dijadikan kunci mediasi konflik yang cukup efektif. Berikut
in beberapa hal yang bisa dijadikan strategi mengurangi konflik yaitu
menetapkan aturan aturan dasar penyelesaian masalah, saling mengerti
dan memahami, melakukan olah cara piker, mencapai kesepakatan, dan
catat persetujuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar