Rabu, 29 September 2021

Indikator Motivasi kerja (skripsi dan tesis)


Menurut Riduwan (2002:66) dalam Andiyanto (2011) bahwa motivasi kerja dapat
diukur melalui indikator sebagai berikut :
1. Upah / Gaji yang layak, yang dapat diukur melalui gaji yang memadai dan
besarnya sesuai standar mutu hidup
2. Pemberian insentif, yang diukur melalui pemberian bonus sewaktu-waktu,
rangsangan kerja, prestasi kerja
3. Mempertahankan harga diri, yaitu diukur dengan iklim kerja yang
kondusif,kesamaan hak, dan kenaikan pangkat
4. Memenuhi kebutuhan rohani, yaitu diukur dengan kebebasan menjalankan
sariat agama, menghormati kepercayaan orang, dan penyelenggaraan
ibadah.
5. Memenuhi kebutuhan partisipasi, yaitu diukur melalui kebersamaan,
kerjasama,rasa memiliki, dan bertanggung jawab.
6. Menempatkan pegawai pada tempat yang sesuai, dalam hal ini diukur
Dengan seleksi sesuai kebutuhan, memperhatikan kemampuan,
memperhatikan pendidikan, memperhatikan pengalaman, memberikan
pekerjaan sesuai kemampuan.
7. Menimbulkan rasa aman di masa depan, seperti indikator penyelenggaraan
jaminan hari tua, pembayaran pensiun, pemberian perumahan.
8. Memperhatikan lingkungan tempat kerja, yang diukur melalui tempat
kerjayang nyaman, cukup cahaya, jauh dari polusi dan berbahaya.
9. Memperhatikan kesempatan untuk maju, yang diukur dengan memberikan
upaya pengembangan, kursus, diklat.
10. Menciptakan persaingan yang sehat, yang diukur melalui produktivitas,
prestasi kerja, pengembangan karir yang jelas, bonus, kinerja pegawai,
penghargaan dan hukuman.
Motivasi yang dibangkitkan karena mendapatkan rangsangan dari luar.
Merupakan motivasi eksternal, berupa peraturan, kebijakan perusahaan, interaksi
antara karyawan, dan lain sebagainya. Motivasi dapat pula dibangkitkan dari
dalam atau sering disebut motivasi internal. Sasaran yang ingin dicapai berada
dalam individu itu sendiri. Karyawan dapat bekerja karena tertarik dan senang
pada pekerjaannya, ia merasa pekerjaan yang dilakukan memberikan makna,
kepuaan dan kebahagiaan pada dirinya. Seorang karyawan yang memiliki
semangat dan kegairahan dalam bekerja relatif sudah tertarik pada pekerjaan nya,
karena kerja keras memberikan kepuasan kerja pada dirinya. Faktor-faktor
dilingkungan karyawan seperti aturan, kebijakan,corak hubungan dengan atasan,
rekan dan bawahan dapat mempengaruhi motivasi karyawan, ini berarti bahwa
faktor-faktor tersebut perlu mendapat perhatian jika memang memberikan
pengaruh negatif terhadap motivasi, termasuk juga pengaturan penggajian dan
insentifnya.

Tidak ada komentar: