Rabu, 29 September 2021

Faktor-Faktor Penyebab Burnout (skripsi dan tesis)


Leiter & Maslach (1997) membagi beberapa faktor yang mempengaruhi
munculnya burnout, yaitu:
1) Work Overloaded
Work overload kemungkinan terjadi akibat ketidaksesuaian antara
pekerja dengan pekerjaannya. Pekerja terlalu banyak melakukan
pekerjaan dengan waktu yang sedikit. Overload terjadi karena
pekerjaan yang dikerjaan melebihi kapasitas kemampuan manusia
yang memiliki keterbatasan. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya
kualitas pekerja, hubungan yang tidak sehat di lingkungan pekerjaan,
menurunkan kreativitas pekerja, dan menyebabkan burnout.
2) Lack of Work Control
Semua orang memiliki keinginan untuk memiliki kesempatan dalam
membuat pilihan, keputusan, menggunakan kemampuannya untuk
berfikir dan menyelesaikan masalah, dan meraih prestasi. Adanya
aturan terkadang membuat pekerja memiliki batasan dalam
berinovasi, merasa kurang memiliki tanggung jawab dengan hasil
yang mereka dapat karena adanya kontrol yang terlalu ketat dari
atasan.
3) Rewarded for Work
Kurangnya apresiasi dari lingkungan kerja membuat pekerja merasa
tidak bernilai. Apresiasi bukan hanya dilihat dari pemberian bonus
(uang), tetapi hubungan yang terjalin baik antar pekerja, pekerja
dengan atasan turut memberikan dampak pada pekerja. Adanya
apresiasi yang diberikan akan meningkatkan afeksi positif dari pekerja
yang juga merupakan nilai penting dalam menunjukkan bahwa
seseorang sudah bekerja dengan baik.
4) Breakdown in Community
Pekerja yang kurang memiliki rasa belongingness terhadap
lingkungan kerjanya (komunitas) akan menyebabkan kurangnya rasa
keterikatan positif di tempat kerja. Seseorang akan bekerja dengan
maksimal ketika memiliki kenyamanan, kebahagiaan yang terjalin
dengan rasa saling menghargai, tetapi terkadang lingkungan kerja
melakukan sebaliknya. Ada kesenjangan baik antar pekerja maupun
dengan atasan, sibuk dengan diri sendiri, tidak memiliki quality time
dengan rekan kerja. Terkadang teknologi seperti handphone, computer
membuat seseorang cenderung menghilangkan social contact dengan
orang disekitar. Hubungan yang baik seperti sharing, bercanda
bersama perlu untuk dilakukan dalam menjalin ikatan yang kuat
dengan rekan kerja. Hubungan yang tidak baik membuat suasana di
lingkungan kerja tidak nyaman, full of anger, frustasi, cemas, merasa
tidak dihargai. Hal ini membuat dukungan sosial menjadi tidak baik,
kurang rasa saling membantu antar rekan kerja.
5) Treated Fairly
Perasaan tidak diperlakukan tidak adil juga merupakan faktor
terjadinya burnout. Adil berarti saling menghargai dan menerima
perbedaan. Adanya rasa saling menghargai akan menimbulkan rasa
keterikatan dengan komunitas (lingkungan kerja). Pekerja merasa
tidak percaya dengan lingkungan kerjanya ketika tidak ada keadilan.
Rasa ketidakadilan biasa dirasakan pada saat masa promosi kerja, atau
ketika pekerja disalahkan ketika mereka tidak melakukan kesalahan.
6) Dealing with Conflict Values
Pekerjaan dapat membuat pekerja melakukan sesuatu yang tidak
sesuai dengan nilai mereka. Misalnya seorang sales terkadang harus
berbohong agar produk yang ditawarkan bisa terjual. Namun hal ini
dapat menyebabkan seseorang menurunkan performa, kualitas
kerjanya karena tidak sesuai dengan nilai yang dimiliki. Seseorang
akan melakukan yang terbaik ketika melakukan apa yang sesuai
dengan nilai, belief, menjaga integritas dan self respect. 

Tidak ada komentar: