Menurut Notoatmodjo (2010) ada beberpa model penggunaan pelayanan
kesehatan yaitu:
a. Model Demografi (Kependudukan)
Dalam model demografi ini variabel yang digunakan sebagai tolak ukur
adalah umur, jenis kelamin, status perkawinan dan besarnya keluarga.
Dengan asumsi bahwa variabel-variabel tersebut sedikit banyaknya akan
berhubungan dengan status kesehatan dan derajat kesakitan.
b. Model-Model Struktur Sosial (Social Structure Models)
Dalam model struktur sosial ini variabel yang digunakan sebagai pengukur
atau indikator derajat kesehatan seseorang adalah pendidikan, pekerjaan, dan
kebangsaan. Dalam model ini dijelaskan bahwa individu yang berbeda suku
bangsa, pendidikan, pekerjaan akan berbeda dalam bereaksi dan berperilaku
terhadap kesehatan mereka. Dengan arti lain bahwa dengan latarbelakan
sosial yang berbeda makan akan berbeda pula dalam penggunaan pelayanan
kesehatannya.
c. Model-Model Sosial Psikologis (Psychological Models)
Variabel model sosial psikologis ini pada umumnya terdiri dari :
a) Kerentanan terhadap suatu penyakit
b) Pengertian secara menyeluruh dari suatu penyakit
c) Keuntungan yang diharapkan dari pengobatan suatu penyakit
d) Kesiapan tindakan individu dalam menghadapi penyakit
e) Model Sumber Daya Keluarga (Family Resource Models)
Dalam model ini variabel yang digunakan adalah pendapatan keluarga,
asuransi keluarga. Model ini menjelaskan kesanggupan keluarga dalam
mengakses pelayanan kesehatan ketika mereka sakit.
f) Model Sumber Daya Masyarakat (Community Resource Models)
Pada model ini variabel yang digunakan adalah penyedia pelayanan
kesehatan dan sumber-sumber di dalam masyarakat, dan ketercapaian
dari pelayanan kesehatan yang tersedia dan sumber di dalam masyarakt.
d. Model-Model Organisme (Organization Models)
10
Pada model ini memperlihatkan suatu perbedaan sistem pelayanan kesehatan,
variable tersebut diantaranya adalah:
a) Gaya dalam memberikan praktik pengobatan (sendiri, rekanan atau
grup)
b) Sifat dari pelayanan tersebut, apakah pengguna pelayanan membayar
langsung atau menggunakan asuransi
c) Letak dari penyedia pelayanan, apakah penyedia pelayanan kesehatan
tersebut milik pribadi, rumah sakit daerah, rumah sakit swasta ataupun
klinik
d) Petugas medis yang pertama kali kontak dengan pasies (Dokter, Perawat,
Asisten Dokter)
e) Model Kepercayaan Kesehatan
Model teori ini menjelaskan bahwa ada masalah-masalah kesehatan yang
ditandai dengan tidak berhasilnya provider dalam mengambil
kepercayaan masyarakat bahwa mereka mampu menangani sebuah
masalah kesehatan.
f) Model Sistem Kesehatan
Menurut Ilustrasi Model Anderson dalam Notoatmodjo (2010) model ini
didasarkan atat kepercayaan kesehatan. Dalam model ini Anderson
mengelompokkan 3 kategori utama dalam pelayanan kesehatan yaitu:
a) Karakteristik predisposing
Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan fakta bahwa setiap
individu dalam menggunakan pelayanan kesehatan tidak akan selalu
sama. Hal tersebut dikarenakan adanya ciri individu yang
digolongkan kedalam 3 kelompok.
1. Karakteristik demografi (umur, jenis kelamin).
2. Struktur sosial (tingkat pendidikan, pekerjaan, kesukuan atau
ras).
3. Manfaat kesehatan, seperti keyakinan bahwa penyakit dapat
disembuhkan apabila mengakses pelayanan kesehatan.
11
b) Karakteristik pendukung (enabling characteristics)
c) Karakteristik pendukung ini menjelaskan bahwa meskipun mereka
yang sakit mempunyai predisposing untuk menggunakan pelayanan
kesehatan namun apabila tidak didukung dengan kondisi ekonomi
yang memungkinkan untuk mengakses pelayanan kesehatan maka
mereka tidak akan bertindak untuk menggunakan pelayanan
kesehatan tersebut.
d) Karakteristik kebutuhan (Need characteristic)
Faktor yang dijelaskan diatas (predisposing dan enabling)
memungkinkan seseorang untuk mengakses pelayanan kesehatan
dapat terwujud apabila hal tersebut dirasakan sebagai kebutuhan.
Dengan arti lain bahwa faktor kebutuhan secara tidak langsung
merupakan landasan untuk menggunakan pelayanan kesehatan
bilamana faktor predisposing dan enabling itu ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar