Rabu, 29 September 2021

Sumber-sumber Stres kerja Sumber stres kerja (skripsi dan tesis)

menurut Gibson dalam Yusianto (2008): 1) Stres Lingkungan Fisik Tekanan tersebut biasanya berhubungan dengan keadaan lingkungan fisik yang dapat menimbulkan tekanan pada individu, misalnya lampu penerangan yang suram, kegaduhan, temperatur yang panas, polusi udara. 2) Tekanan Individu Terdiri dari konflik peran, ketidakpastian peran, beban kerja yang berat, beban tanggung jawab, tidak adanya kemajuan karir, tidak adanya desain pekerjaan. 3) Tekanan Kelompok Adanya hubungan kurang baik antara seorang individu dengan rekan kerja. 4) Tekanan Keorganisasian Partisipasi menyangkut sampai seberapakah pengetahuan orang, pendapat dan gagasannya dimasukkan dalam proses pengambilan keputusan. Menurut Davis, dkk dalam Fauji (2013) yaitu: 1) Beban kerja yang berlebihan. Banyaknya tugas dapat menjadi sumber stres bila banyaknya tugas tidak sebanding dengan kemampuan fisik maupun keahlianya. 2) Tekanan atau desakan waktu. Atasan sering kali memberikan tugas sesuai dengan target waktu yang terbatas. 3) Iklim organisasi. Iklim organisasi yang tidak aman akan mempengaruhi semangat kerja. 4) Wewenang untuk malaksanakan tanggung jawab. Atasan sering memberikan tugas kepada bawahanya tanpa diikuti kewenangan yang memadai. Sehingga, jika harus mengambil keputusan harus berkonsultasi, kadang menyerahkan sepenuhnya pada atasan. 5) Konflik dan ketaksaan peran. Pada situasi seperti ini orang memiliki harapan yang berbeda akan kegiatan seseorang karyawan pada suatu pekerjaan akibat adanya konflik dan ketidakjelasan peran dalam organisasi, sehingga karyawan tidak tahu apa yang harus dia lakukan dan tidak dapat memenuhi semua harapan. 6) Perbedaan antara nilai perusahaan dan karyawan, artinya perbedaan ini mencabik-cabik karyawan dengan tekanan mental pada waktu suatu upaya dilakukan untuk memenuhi nilai kebutuhan perusahaan dan karyawan. 7) Frustasi. Merupakan suatu akibat dari motivasi yang terhambat dan mencegah seseorang mencapai tujuan yang diinginkan sehingga berpengaruh terhadap pola kerja. Mangkunegara (2008) berpendapat bahwa penyebab stres kerja antara lain beban kerja yang dirasakan terlalu berat, waktu kerja yang mendesak, kualitas pengawasan yang rendah, iklim kerja yang tidak sehat, otoritas kerja yang tidak memadai yang berhubungan dengan tanggung jawab, konflik kerja, perbedaan nilai antar karyawan dengan pimpinan yang frustasi dalam kerja.

Tidak ada komentar: