Seseorang yang menderita burnout ditandai dengan seorang individu
tidak mampu mengatasi stres yang dideritanya (Luthan 2011). Menurut
Burke dalam Satriyo dan Survival (2014) burnout merupakan proses
psikologis yang dihasilkan oleh stress akan pekerjaan yang tidak terlepaskan
dan menghasilkan kelelahan emosi, perubahan kepribadian, dan penurunan
dari pencapaian prestasi kerja.
Pines et al. dalam Diaz (2007) mendefinisikan burnout sebagai suatu
keadaan kelelahan secara fisik, emosi dan mental yang disebabkan
keterlibatan dalam jangka waktu yang panjang pada situasi yang secara
emosional penuh dengan tuntutan.
Kreitner et al. (2005) berpendapat bahwa burnout atau kelelahan
merupakan suatu kondisi yang muncul dari waktu ke waktu dan ditandai
dengan kelelahan emosional dan juga kombinasi dari sikap-sikap negatif.
Muslihudin dalam Maharani (2012) Berpendapat bahwa Kejenuhan
kerja (Burnout) adalah suatu kondisi fisik, emosi dan mental yang sangat
drop yang diakibatkan oleh situasi kerja yang sangat menuntut dalam jangka
panjang. Sedangkan menurut Davis dan Newstroom (Dalam Prestiana dan
Purbandini 2012) burnout merupakan suatu situasi dimana individu
menderita kelelahan kronis, kebosanan dan menarik diri dari pekerjaan.
Dari beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa burnout
merupakan sebuah kondisi dimana seseorang merasa kelelahan baik itu
mental, fisik, dan emosi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar