Trust dalam kamus terjemahan Echols dan Hasan diartikan kepercayaaan atau
percaya. Sementara Kamus Webster’s Third New Internasional Dictionary
menjelaskan Trust is an implication of assured toward another which may rest on
blended evidence of experience and more subjective grounds such as knowlewdge,
affection, admiration, respect, or reverence (Gave, 1966: 1545). Intisari dari trust
yang dikemukakan dalam kamus Webster’s Third New Internasional
Dictionaryadalah implikasi dari sikap yakin terhadap orang/hal lain yang didasarkan
pada bukti-bukti campuran/perpaduan berbagai pengalaman dan pada dasarnya lebih
subjektif seperti pengetahuan, kasih sayang, kekaguman, rasa hormat, atau
penghormatan. Dalam kajian psikologi, Rotter mengatakan trust diartikan sebagai suatu
kecenderungan seseorang untuk yakin pada orang lain (dalam Mckinght dkk, 2002:
336). Sementara Yamagisi(1998) menjelaskantrust adalah keyakinan orang kepada
maksud baik orang lain yang tidak merugikan mereka, peduli pada hak mereka, dan
melakukan kewajibannya.
Moorman, dkk (dalam Zulganef dan Murni, 2008: 176) mengatakantrust
sebagai perilaku seseorang untuk bersandar (rely on) kepada reliabilitas dan integritas
orang lain dalam memenuhi harapannya dimasa yang akandatang.
MenurutDas danTeng (dalam Ojha & Gupta, 1998: 107) trust sebagai derajat
dimana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan
keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah-ubah dan
beresiko. Sementara itu Mayer (dalam Ojha & Gupta, 1998: 107) merumuskan trust
sebagai keinginan suatu pihak untuk menjadi pasrah/menerima tindakan dari pihak
lain berdasarkan pengharapan bahwa pihak lain tersebut akan melakukan sesuatu
tindakan tertentu yang penting bagi pihak yang memberikan kepercayaan, terhadap
kemampuan memonitor atau mengendalikan pihak lain. Dan Doney et.al. (dalamOjha
& Gupta, 1998: 107) memberikan definisi trust sebagai sesuatu yang diharapkan dari
kejujuran dan perilaku kooperatif yang berdasarkan saling berbagi norma-norma dan
nilai yang sama. Govier (dalam Tschannen-Moran, 2001: 314) berpendapat bahwa orang yang
bisa dipercaya adalah orang yang predictable, berbicara dengan carefully, terutama
saat membuat komitmen, menepati janji dan tidak pernah menipu. Sementara itu,
Tschannen‐Moran dan Hoy (1999: 189) mengatakan trust adalah kesediaan seseorang
atau kelompok untuk menjadi rentan terhadap pihak lain didasarkan pada keyakinan
dari tindakan terakhirnya dalam menunjukkan benevolent(niat baik), reliable(dapat
dipercaya), competent(kompetensi), honest(kejujuran), dan open(keterbukaan).
Timbulnya trust dipengaruhi oleh pengalaman dimasa lalu. Forsyth
berpendapat pengalaman positif yang konsisten dimasa lalu dengan satu pihak akan
meningkatkan rasa saling percaya sehingga akan menumbuhkan harapan akan
hubungan yang baik di masa yang akan datang (dalam Arsono, 2002: 7).
Berdasarkan paparan di atas mengenai trust, maka dapat diartikan
trust(kepercayaan) adalah suatu kesediaan seseorang untuk mempercayai orang/hal
lain karena adanya niat baik, jujur, kompetensi, keterbukaan dan dapat diandalkan
sehingga membuat trustee konsekuen dengan resiko yang muncul.
Selasa, 28 September 2021
Pengertian Trust (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar