Sabtu, 01 Mei 2021
Laporan Keuangan (skripsi dan tesis)
Pengertian laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
(2011:1):
“Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan
dan kinerja suatu entitas.”
Pada prinsipnya laporan keuangan merupakan suatu susunan daftar atau
ringkasan sebagai pertanggungjawaban manajemen perusahaan kepada pihak
penilai sebagai yang menilai kinerja perbankan untuk melihat sejauh mana prestasi
atau hasil kinerja suatu perusahaan. Hasil kinerja ini dapat digunakan sebagai
perbandingan apakah kinerjanya lebih baik atau tidak dengan melihat sisi kelebihan
dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.
Tujuan laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
(2011:1.5-1.6) adalah:
“Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas besar kalangan pengguna laporan
keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga
menujukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan
sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.”
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan
informasi mengenai entitas yang meliputi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, kontribusi dari dan distribusi kepada
pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik dan arus kas. Informasi tersebut
beserta informasi lain yang terdapat pada catatan atas laporan keuangan, membantu
pengguna laporan keuangan dalam memprediksi arus kas masa depan dan
khususnya dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.
Tujuan laporan keuangan perusahaan tercermin dari laporan keuangan
yang terdiri dari beberapa unsur laporan keuangan. Seperti yang diungkapkan
Agoes dan Estralita Trisnawati (2013:4), laporan keuangan yang lengkap terdiri
dari unsur-unsur sebagai berikut:
a. Laporan Laba Rugi
Laporan yang menyajikan penghasilan dan beban entitas untuk suatu
periode yang merupakan kinerja keuangannya. Laporan ini didasarkan pada
konsep penandingan, yaitu suatu konsep yang menandingkan beban dengan
penghasilan yang dihasilkan selama periode terjadinya beban tersebut.
b. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas pemilik yang terjadi selama
periode waktu tertentu, misalnya sebulan atau setahun. Laporan ini dibuat
setelah laporan laba rugi tetapi sebelum neraca, karena jumlah ekuitas
pemilik pada akhir periode harus dilaporkan di neraca.
c. Neraca
Informasi yang menyajikan aset, kewajiban, dan ekuitas suatu entitas pada
tanggal tertentu, misalnya pada akhir bulan atau akhir tahun. Ada dua
bentuk neraca, yaitu bentuk akun dan juga bentuk laporan, menurut IAI
dalam SAK-ETAP (2009:22) pengungkapan neraca untuk entitas berbentuk
perseroan terbatas mengungkapkan antara lain hal-hal sebagai berikut: (a)
untuk setiap kelompok modal dan saham terdiri dari jumlah saham modal
dasar; jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh; nilai nominal
saham; ikhtisar perubahan jumlah saham beredar; hak, keistimewaan dan
pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham, termasuk pembatasan
atas dividen dan pembayaran kembali atas modal; (b) penjelasan mengenai
cadangan dalam ekuitas.
d. Laporan Arus Kas
Laporan yang menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setara
kas entitas, yang menunjukkan secara terpisah perubahan yang terjadi
selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Laporan arus kas terdiri atas tiga bagian, yaitu: i. arus kas dari aktivitas operasi, merupakan arus kas dari transaksi yang
mempengaruhi laba neto dan aset lancar serta kewajiban lancar;
ii. arus kas dari aktivitas investasi, merupakan arus kas dari transaksi yang
mempengaruhi investasi dan aset tidak lancar;
iii. arus kas dari aktivitas pendanaan, merupakan arus kas dari transaksi
yang mempengaruhi kewajiban tidak lancar dan ekuitas.
e. Catatan atas Laporan Keuangan
Berisi informasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalam laporan
keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan naratif
atau rincian jumlah yang disajikan dalam laporan keuangan dan informasi
pos-pos yang tidak memenuhi kriteria pengakuan dalam laporan keuangan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar