Teori stakeholder mengatakan bahwa
perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi
untuk kepentingan sendiri namun harus
memberikan manfaat bagi stakeholdernya
(pemegang saham, kreditor, konsumen, supplier,
pemerintah, masyarakat, analis dan pihak yang
lain). Dengan demikian, keberadaan suatu
perusahaan sangat dipengaruhi oleh dukungan yang
diberikan oleh stakeholder kepada perusahaan
tersebut (Ghozali dan Chariri, 2007).Stakeholder
memilki kemampuan untuk mengendalikan
perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya
termasuk dalam melakukan pengungkapan.
Ghomi dan Leung (2013) berpendapat
bahwa stakeholder memiliki harapan yang berbedabeda terhadap perusahaan, untuk mengejar harapan
tersebut stakeholder dapat memberikan tekanan
kepada perusahaan secara langsung maupun tidak
langsung dalam melakukan pengungkapan
lingkungan. Untuk menghadapi hal ini perusahaan
dituntut selalu bekerjasama dengan para
stakeholder-nya agar visi perusahaan sejalan
dengan mereka. Organisasi akan memilih
stakeholder yang dipandang penting, dan
mengambil tindakan yang dapat menghasilkan
hubungan harmonis antara perusahaan dengan
stakeholdernya (Ghozali dan Chariri, 2007).
Selanjutnya Li, et al (dalam Suhardi, 2015) juga
menyatakan bahwa perusahaan lebih mungkin
untuk mengungkapkan informasi lingkungan
sebagai usaha untuk meningkatkan pengetahuan
stakeholders tentang lingkungan perusahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar