Instrumen pasar modal adalah berbagai efek atau surat
berharga yang umumnya diperjual belikan di pasar modal.
Tandelilin (2010) mengemukakan yang termasuk instrumen
pasar modal yaitu:
1. Saham
Saham yaitu surat tanda bukti kepemilikan atas aset
perusahaan dan ini merupakan jenis sekuritas yang paling
populer di pasar modal.
2. Obligasi
Obligasi adalah sertifikat kontrak antara investor dan
perusahaan yang menyatakan bahwa investor sebagai
pemegang obligasi sudah meminjam sejumlah uang pada
emiten.
3. Reksadana
Reksadanan adalah sertifikat yang menjelaskan pemiliknya
menitipkan sejumlah dana pada perusahaan reksadana untuk
dikelola manajer profesional.
4. Instrument Derivatif
Instrumen ini merupakan sekuritas turunan dari sekuritas
lain. Terdapat beberapa jenis instrumen derivatif diantaranya
yaitu opsi, future, waran, dan right issue.
Sedangkan Instrumen-instrumen pasar modal di
Indonesia menurut Sunariyah (2010) terdapat beberapa jenis
diantaranya yaitu
1. Saham Biasa (Common Stocks)
Saham biasa merupakan saham yang paling banyak dikenal
oleh masyarakat dan juga yang paling banyak digunakan
untuk menarik dana dari masyarakat. Saham merupakan
bukti penyertaan atau kepemilikikan seseorang atau badan
dalam suatu perusahaan berupa selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik
perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.
2. Saham Preferen (Preferred Stocks)
Saham preferen merupakan sham yang memiliki
karakteristik gabungan anatara obligasi dan saham biasa,
karena dapat menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga
obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil seperti
yang dikehendaki investor. Pemegang saham preferen
mempunyai hak keistimewaan diatas pemegang saham
biasa untuk hal-hal tertentu yang sudah dijanjikan saat emisi
saham.
3. Obligasi Konversi (Convertible Bond)
Obligasi konversi sekilas tidak ada bedanya dengan obligasi
biasa, seperti memberikan kupon yang tetap, memiliki
waktu jatuh tempo dan memiliki nilai pari. Perbedaanya
yaitu obligasi konversi bisa ditukar dengan saham biasa.
4. Right
Right merupakan surat berharga yang memberikan hak bagi
pemodal untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh
emiten. Right merupakan produk turunan dari saham.
Kebijakan right issue merupakan upaya emiten untuk
menambah saham yang beredar guna untuk menambah
modal perusahaan
5. Waran
Waran seperti halnya dengan right yaitu hak untuk membeli
saham biasa pada waktu dan harga yang telah ditentukan.
Biasanya waran dijual bersamaan dengan surat berharga
lain, misalnya obligasi atau saham
6. Reksa Dana
Reksa dana merupakan salah satu alternative investasi bagi
masyarakat pemodal. Khususnya pemodal kecil dan
pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian
untuk menghitung resiko atas investasi mereka. Reksadana
dirancang sebagai sarana untuk menghimpun dana dari
masyarakat yang memiliki modal dan keinginan untuk
melakukakan investasi, namun hanya memiliki waktu dan
pengetahuan yang terbatas.
7. Efek derivative
Efek derivatif merpakan efek turunan dari efek utama baik
yang bersifat penyertaan maupun utang. Derivative
merupakan kontrak maupun perjanjian yang nilai atau
peluang keuntungannya terkait dengan kinerja asset lain.
Asset lain ini disebut sebagai underlying assets.
8. Efek Syariah
Sesuai keputusan ketua Bapepam-LK No. Kep. 208/bl/2010
tentang daftar efek syariah, instrument pasar modal berbasis
syariah yaitu saham syariah, sukuk/obligasi syariah unit
penyertaan kontrak investasi, kolektif reksadana syariah dan
surat berharga syariah Negara
Banyaknya jenis instrumen yang ada di pasar modal
dapat menjadi opsi pilihan bagi investor dalam menanamkan
modalnya, dengan harapan investor dapat memilih dengan tepat
instrumen yang sesuai dengan tingkat pengembalian yang
diingkan serta resiko yang nantinya akan diterima.
Rabu, 30 Desember 2020
Instrumen Pasar Modal Di Indonesia (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar