Setiap individu yang mencapai usia dewasa biasanya akan
berusaha mencapai tingkat kematangan, karena orang yang telah dewasa
memiliki pertumbuhan dan perkembangan sehingga memiliki ciri tertentu
dalam kematangan. Menurut Monks (1999 : 2) kematangan didefinisikan
sebagai kesiapan individu dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan
tertentu dan kemampuan untuk berfungsi dalam tingkat yang lebih tinggi
sebagai hasil pertumbuhan. Sedangkan menurut Desmita (2008 : 7),
kematangan merupakan suatu potensi yang dibawa individu sejak lahir,
timbul dan bersatu dengan pembawaannya serta turut mengatur pola
perkembangan tingkah laku individu. Kematangan menurut Gunarsa hasil
dari percobaan Gessel dan Tompson (dalam Gunarsa : 36) adalah syarat
mutlak dalam perkembangan-perkembangan aktivitas dasar dan bukan hal
belajar atau proses belajar.
Terdapat beberapa definisi tentang kematangan sosial yang
diantaranya menyatakan bahwa kematangan sosial merupakan puncak dari
perkembangan sosial yang dialami seseorang, adanya kematangan sosial
menunjukkan bahwa individu sudah siap atau mampu melakukan sesuatu
atau menerima stimulus atau rangsangan tertentu dengan tingkat
kematangannya. Proses kematangan sosial tersebut ditandai oleh
kematangan potensi-potensi dari organism, baik secara fisik maupun psikis
untuk terus maju menuju perkembangan secara maksimal. Maka prestasi
dari penggunaan dan pengendalian ketrampilan atau fungsi itu tergantung
pada derajat kematangan tadi, sebab kematangan ini mempengaruhi kualitas
belajar anak.
Menurut Chaplin (1985 : 433), kematangan sosial merupakan suatu
perkembangan seseorang mengenai ketrampilan, adat kebiasaan yang khas
dari kelompok.
Hurlock (1990 : 6) menyatakan bahwa seseorang memperlihatkan
kematangan sosialnya dengan menerima orang lain, sebagaimana adanya
tidak mengecam atau mencoba mengubah mereka sesuai dengan konsep
dirinya sendiri. Kematangan sosialnya juga ditunjukkan dalam wawasan
sosialnya yang memungkinkan seseorang menilai dan menyesuaikan diri
dengan cepat terhadap orang yang berbeda dalam berbagai situasi sosial.
Menurut Doll (dalam Hartanti, 2010 : 14) menyatakan kematangan
seseorang itu terlihat dalam perilakunya. Perilaku-perilaku tersebut
menunjukkan kemampuan individu dalam mengurus dirinya sendiri dan
partisipasi dalam aktivitas-aktivitas yang akhirnya mengarah pada
kemandirian sebagaimana layaknya orang dewasa.
Sedangkan menurut Karyono (dalam Lathifa, 2001: 9) yang
dimaksud dengan kematangan sosial adalah perkembangan kemampuan
seseorang untuk melakukan aktivitas sosial yang sesuai dengan tingkat
usianya sehingga relatif individu tersebut mendapatkan aktivitas yang
progresif dan mandiri.
Seorang anak sudah mencapai kematangan sosial, bila ia sudah
menunjukkan tingkah laku sosial yang sesuai dengan taraf perkembangan
sosialnya. Adanya kematangan sosial akan menimbulkan kesiapan pada diri
anak untuk menggambarkan tingkah laku sosialnya agar benar-benar dapat
bersosialisasi dengan baik. Kematangan sosial berhubungan dengan masa
peka dimana pada masa ini individu mampu melakukan tingkah laku sosial
tertentu dan dapat menerima rangsang atau stimulus tertentu dari lingkungan
sosialnya.
Berdasarkan uraian teori diatas dapat diambil suatu kesimpulan
bahwa kematangan sosial adalah kesiapan untuk bergabung dengan
lingkungan sosial yang ada di sekitarnya dengan didukung oleh ketrampilanketrampilan
dan kebiasaan-kebiasaan individu yang menjadi ciri khas
kelompoknya, serta kemampuan dalam memelihara diri sendiri dan mampu
berpartisipasi dalam aktifitas kelompok tersebut.
Kamis, 31 Desember 2020
Pengertian Kematangan Sosial (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar