Pengaruh frame atau framing adalah sebuah fenomena yang menunjukkan
bahwa para pembuat keputusan akan merespon dengan cara yang berbeda pada permasalahan keputusan yang sama jika masalah tersebut disajikan dalam format yang berbeda (Kuhberger, 1998; Levin et al.; 1998). Yusnaini (2005) menyebutkan bahwa framing merupakan salah satu alasan penyebab terjadinya bias dalam pengambilan keputusan. Teori prospek merupakan salah satu teori yang mencoba menjelaskan pengaruh framing (Kahneman dan Tversky, 1979).
Teori prospek (prospect theory) dari Kahneman dan Tversky (1979) menjelaskan terjadinya bias kognitif yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam kondisi ketidakpastian dan berisiko. Individu akan bersifat menghindari risiko atau menyukai risiko tergantung pada masalah yang dihadapi. Teori ini berpendapat bahwa individu akan memberikan bobot yang berlebihan terhadap hasil yang pasti daripada yang belum pasti. Kecenderungan ini menimbulkan perilaku menghindari risiko dalam kondisi pasti untung (positive framing). Dalampositive framing, individu menunjukkan penurunan preferensi risiko, dimana individu lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, individu lebih menyukai risiko dalam kondisi pasti rugi (negative framing). Negative framing diproksikan dengan penyajian informasi mengenai kerugian yang pasti.
Pengaruh sunk cost ternyata berperan cukup besar dalam proses pengambilan keputusan untuk tetap melanjutkan suatu investasi yang dianggap kurangmenguntungkan. Sunk cost adalah biaya yang sudah terjadi di masa lalu dan tidak akan muncul lagi dari suatu proyek atau investasi baru (Putri, 2009). Sunk cost mempengaruhi pembuat keputusan dalam kondisi negative framing, sehingga mendorong individu menyukai risiko yang mengarah kepada eskalasi komitmen terhadap tindakan yang telah gagal (Keil et al. 2000).
Kamis, 31 Desember 2020
Teori Prospek (Prospect Theory) (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar