Terdapat beberapa tokoh yang mengungkapkan model langkah-langkah
penyusunan KPI, diantaranya adalah disampaikan oleh Parmenter (2007).
Terdapat 12 tahapan penyusunan KPI, yaitu:
a. Komitmen dari tim manajemen senior
Tim dari manajemen senior harus memiliki komitmen untuk mengembangkan
dan menjalankan KPI organisasi dan balances scorcard yang ada di dalamnya.
Komitmen dari tim manajemen senior dapat menciptakan lingkungan yang
dinamis sehingga pengembangan KPI berhasil.
17
b. Membuat tim kerja untuk mengembangkan KPI terpilih
Membuat tim kerja kecil namun juga terlatih dapat mensukseskan proyek
penyusunan KPI. Tim kerja dapat terdiri dari dua atau empat orang tergantung
pada seberapa besar organsiasi. Anggota tim yang terpilih harus memiliki
komitmen untuk melaporkan secara langsung perkembangannya kepada CEO.
c. Mengembangkan budaya dan proses “lakukan saja”
Tim manajer senior harus memastikan bahwa tim memiliki budaya “lakukan
saja”. Artinya bahwa tim tidak melakukan perdebatan banyak terkait dengan
setiap langkah penentuan KPI. Fasilitator juga harus memastikan bahwa tim
tidak terlalu banyak karena akan membuang waktu untuk melakukan penelitian.
d. Mengeset strategi pengembangan KPI secara umum
Tahapan ini mencakup kegiatan menempatkan KPI sebagai strategi umum
untuk mencapai “best practice”. Pada tahapan ini sangatlah penting untuk
memetakan strategi secara umum untuk perubahan organisasi serta menentukan
cara terbaik untuk mengimplementasikan KPI.
e. Lakukan sosialisasi mengenai sistem KPI ke seluruh karyawan
Karyawan harus siap untuk melakukan perubahan. Tim penyusunan KPI dan
juga tim manajer senior harus meyakinkan karyawan bahwa mereka harus
berubah dengan melakukan berbagi informasi secara terbuka dan jujur. Selain
itu, tim harus menyatakan bahwa perubahan merupakan sesuatu yang harus
dilakukan. Tim juga harus menjelaskan bahwa KPI berkontribusi pada strategi
perubahan yang lebih luas. Selain itu tim harus menarik perhatian karyawan
18
untuk berpartisipasi dan melihat karyawan yang mengalami resistensi terhadap
perubahan dan juga melihat pengukuran kinerja.
f. Mengidentifikasi faktor kunci keberhasilan organisasi
Faktor kunci keberhasilan mengidentifikasi apa saja yang dapat menentukan
kesehatan organisasi. Faktor kunci keberhasilan sebaiknya dibatasi hanya 5
atau 8 saja tergantung pada seberapa besar organsiasi.
g. Merekam pengukuran kinerja pada data base
Tim pembentuk KPI harus mengumpulkan dan merekam pengukuran kinerja
dari informasi yang diperoleh selama diskusi dengan manajemen senior.
h. Menyeleksi pengukuran kinerja pada level kelompok
Ini merupakan tahapan penting dalam pengembangan kinerja. Tim pengukuran
kinerja yang tepat akan membantu tim penyusunan KPI untuk meluruskan
perilaku sehingga memberikan manfaat pada organisasi. Hal ini akan tercapai
jika tim fokus pada pengukuran kinerja yang terkait dengan faktor kunci
keberhasilan organisasi.
i. Menyeleksi KPI organisasi
Sebaiknya menyeleksi KPI terpilih dimulai setelah adanya perkembangan pada
level kelompok. Tim penyusun KPI akan memperoleh pengetahuan atau
wawasan terkait dengan KPI organisasi setelah mereka bekerja dengan
kelompok.
19
j. Mengembangkan kerangka laproan pada semua level
Kerangka laporan harus dapat mengakomodasi persyaratan dari level yang
berbeda pada organsiasi. Hampir semua KPI harus dilaporkan setiap hari.
Beberapa yang lain paling tidak harus dilaporkan 5 hari sekali.
k. Memfasilitasi penggunaan KPI terpilih
Organisasi dapat memberlakukan KPI secara baik jika staf kunci pada
organsiasi tersebut mampu bekerja secara maksimal. Hal ini penting untuk
menjadikan pemberlakuan KPI lebih luas pada organsiasi dan juga
membawanya menjadi budaya organisasi.
l. Memperbaharui KPI untuk mempertahankan relefansinya
Pemberlakuan KPI harus dipelihara. Tim dapat memodifikasi dan merubah KPI
selama proses pengembangan dan perbaikan. Hal ini dapat dilakukan dengan
berpindah pada area prioritas lainnya.
Menurut Soemohadiwidjojo (2015) terdapat beberapa tahapan
penyusunan KPI. Diantaranya dimulai dengan identifikasi KPI. Selanjutnya
adalah penentuan KPI terpilih. Setelah menentukan KPI terpilih, hal yang
dilakukan selanjutnya adalah menentukan target KPI. Setelah target ditentukan,
maka dilakukanlah pembobotan untuk masing-masing target. Setelah selesai
pembobotan, maka pengesahan kontrak manajemen dapat dilakukan. Kemudian,
pengukuran dan pelaporan pencapaian dapat dilakukan dan dapat diakhiri dengan
pengesahan pencapaian KPI, evaluasi, dan pemberian umpan balik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar