Minat beli diperoleh dari suatu proses belajar dan proses pemikiran
yang membentuk suatu persepsi. Minat beli ini menciptakan suatu motivasi
yang terus terekam dalam benaknya dan menjadi suatu keinginan yang sangat
kuat yang pada akhirnya ketika seorang konsumen harus memenuhi
kebutuhannya akan mengaktualisasikan apa yang ada didalam benaknya itu.
Konsumen dimanapun dan kapanpun akan dihadapkan dengan sebuah
keputusan pembelian untuk melakukan transaksi pembelian. Dimana
konsumen akan membandingkan atau mempertimbangkan satu barang
dengan barang lainnya untuk mereka konsumsi. Stigler (1995) dalam Pujadi
(2010) menyatakan bahwa suatu merek yang dikenal oleh pembeli akan
menimbulkan minatnya untuk mengambil keputusan pembelian. Dampak
dari simbol suatu produk memberikan arti didalam pengambilan keputusan
konsumen sebab simbol dan image merupakan hal penting dalam periklanan
dan mempunyai pengaruh dalam minat untuk membeli.
Minat pembelian merupakan sesuatu yang berhubungan dengan
rencana konsumen untuk membeli produk tertentu, serta berapa banyak unit
produk yang dibutuhkan pada periode tertentu. Keputusan pembelian
merupakan pernyataan mental konsumen yang merefleksikan rencana
pembelian sejumlah produk dengan merek tertentu (Setiadi, 2003). Proses
pembelian dimulai ketika seseorang didalam perusahaan menyadari ada
masalah atau kebutuhan yang dapat diatasi dengan cara memperoleh barang
atau jasa. Proses ini dapat dipicu oleh stimulus internal atau eksternal. Dengan
rangsangan internal salah satu dari kebutuhan normal seseorang akan rasa
lapar dan haus seks naik ketingkat maksimum menjadi dorongan atau
kebutuhan bisa timbul akibat rangsangan dari eksternal (Kotler &
Keller,2009).
Menurut Kotler & Keller (2009), kata minat berasal dari bahasa
Inggris ―interest‖ yang memiliki makna perasaan yang muncul bersamaan
atau menyebabkan suatu perhatian khusus pada suatu objek atau kelompok
objek. Dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang memunculkan sebuah
perhatian. Minat timbul karena pengalaman individu yang memuaskan dan
bila minat telah terbentuk pada diri individu maka akan cenderung untuk
menetap sepanjang obyek minat obyektif bagi individu (Mouly dalam
Atkinson, 2007). Selanjutnya, Jones menyatakan bahwa minat sebagai
sesuatu perasaan suka pada suatu benda atau situasi yang dapat diwujudkan
dalam bentuk reaksi yang nyata atau hanya berupa organ-organ saja
(Atkinson, 2007), sedangkan Marx berpendapat bahwa minat seseorang
diikuti perasaan senang dan kecenderungan mencari obyek yang disenangi itu
(Atkinson, 2007).
Dari beberapa pengertian atau definisi di atas, minat merupakan
suatu kekuatan yang bersifat intirinsik yang mampu mendorong,
mempengaruhi atau menyebabkan seorang individu dapat tertarik
perhatiannya pada sesuatu di luar dirinya secara sadar. Minat juga dipandang
sebagai suatu respon yang disadari dan mempunyai arah pada suatu obyek
atau situasi tertentu yang menimbulkan rasa tertarik, dan individu lebih fokus
perhatiannya pada obyek atau situasi tersebut daripada lainnya. Disamping
itu, minat juga akan melibatkan kesediaan individu untuk berinteraksi dengan
obyek atau situasi yang menimbulkan rasa senang pada dirinya.
Buying intention juga dapat diartikan sebagai rasa tertarik yang
menimbulkan suatu dorongan untuk membeli produk tertentu. Seseorang
mempunyai keinginan untuk membeli akan menunjukkan perhatian dan rasa
tertarik terhadap produk tersebut. minat membeli ini akan diikuti dengan
suatu tindakan berupa perilaku membeli.
Jadi, disini minat membeli belumlah diikuti suatu tindakan untuk
membeli, namun hanyalah keinginan untuk membeli. Keputusan membeli
sendiri dibentuk oleh individu setelah melakukan proses kognitif yang
melibatkan minat, perhatiam, memori, persepsi, membuat alasan, penilaian,
membayangkan dan berpikir (Fouladivanda, et al 2013). Istilah penyelesaian
masalah (problem solving) merupakan suatu proses intelektual dasar yang
telah dikembangkan dan dibuat sesistematis mungkin untuk menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi manusia (Fouladivanda, et al 2013).
Apabila konsumen mempunyai minat untuk membeli suatu barang,
maka konsumen tersebut akan menunjukkan sikap positif dan perasaan
senang terhadap barang tersebut, sehingga konsumen akan memanifestasikan
minat tersebut dengan perilaku membeli. Hal ini sejalan dengan yang
dikatakan Engel, Blackwell, dan Miniard (2006), bahwa minat konsumen
untuk membeli barang akan terealisasi dengan perilaku membeli.
Minat membeli merupakan aktivitas praktis yang sesuai disertai
dnegan perasaan senang, dan minat ini akan diikuti kecenderungan untuk
melakukan aktivitas, dengan perilaku membeli. Minat membeli ini akan
timbul tergatung pada jenis, kualitas, atau daya tarik lain yang ada pada
produk.
Jumat, 29 Juli 2022
Minat Beli (skripsi, tesis, disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar