Menurut Morgan & Hunt (1994) ada beberapa variabel yang mempengaruhi komitmen, yaitu: a.Pilihan produk (product choice). b.Kemiripan produk (product familiarity). c.Persepsi akan resiko (perceived risk). d.Cost of switching. e. Sunk cost.Pilihan produk (product choice) berbicara mengenai jumlah alternatif yang dimiliki oleh pelanggan. Menurut Alonso (2000), semakin banyak pilihan yang mungkin terjadi, maka semakin tinggi tingkat kompleksitas dalam pemilihan merek. Sehingga semakin banyak pilihan akan menyebabkan kemungkinan para pelanggan untuk berkomitmen terhadap sebuah merek menjadi lebih kecil. Kemiripan produk (product familiarity) menurut Alonso (2000) merujuk pada tingkat pengetahuan yang dimiliki tentang suatu produk atau jasa. Asosiasi yang menyiratkan hubungan antara kemiripan produk dan komitmen bahwa kemiripan produk membuat pelanggan menjadi lebih tidak sensitif terhadap harga. Perceived risk, diungkapkan oleh Erdem (1998), berbicara mengenai kemungkinan para pelanggan mendapatkan sebuah produk atau jasa yang berkualitas rendah. Hal ini disebabkan karena kekurangan informasi akan suatu produk atau jasa karena beberapa atribut tidak benar-benar diungkapkan kepada pelanggan sejak pertama kali. Switching cost merupakan biaya dari modifikasi sebuah infrastruktur yang telah ada. Shapiro & Varian (1998) menyatakan bahwa cara-cara untuk mempertahankan para pelanggan adalah dengan meningkatkan switching cost. Sunk cost merupakan biaya-biaya dari kehilangan investasi yang aktual. Alonso (2000) berpendapat bahwa para pelanggan yang mengalami sunk costcenderung untuk mempersepsikan kualitas yang lebih baik pada pilihan aktual mereka dan lebih berkomitmen pada hal tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar