Menurut hasil penelitian Saka et al. (2014), ada hubungan yang positif
meskipun tidak begitu kuat antara Carbon Management Disclosure Practice terhadap nilai pasar ekuitas perusahaan. Dalam hubungannya dengan karbon, estimasi koefisien untuk jarak interaksi adalah perbedaan kemiringan antara perusahaan dengan dan tanpa Carbon Management Disclosure Practice. Tanda untuk estimasi koefisien adalah positif sehingga kemiringan negatif adalah lebih curam bagi perusahaan tanpa Carbon Management Disclosure Practice. Hasil penelitian ini juga mendorong perusahaan Jepang untuk mengurangi Carbon Emissions dan mengungkapkan aktivitas Carbon Managementnya.
Menurut hasil penelitian Fani (2015) praktik pengungkapan emisi karbon
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan variabel kontrol kinerja lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin luas praktik pengungkapan emisi karbon yang dilakukan oleh perusahaan semakin rendah pula nilai perusahaan dan sebaliknya, semakin tinggi pengungkapan emisi karbon yang dilakukan perusahaan semakin tinggi nilai perusahaan. Hal tersebut mengindikasikan bahwa secara tidak langsung investor yang memberi hukuman terhadap perusahaan yang mengungkapkan emisi karbon mereka, namun hukuman lebih berat akan dijatuhkan kepada perusahaan yang tidak menyampaikan informasi terkait emisi karbon mereka karena pemerintah akan memberikan sanksi. Pada variabel kontrol berupa kinerja lingkungan memiliki korelasi positif signifikan terhadap pengungkapan emisi karbon.
Hal ini dikarenakan meningkatnya peringkat kinerja lingkungan (PROPER)
memungkinkan perusahaan berkomitmen dalam melakukan praktik pengungkapan emisi gas rumah kaca yang lebih luas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar