Karakteristik perkembangan dewasa madya yang berkaitan dengan fase
generativitas menurut Hurlock (2012: 320) yaitu:
a. Masa dewasa madya merupakan periode yang sangat ditakuti
Masa ini semakin terasa lebih menakutkan, sebab semakin mendekati usia
tua. Banyaknya alasan yang membuat mereka takut memasuki masa dewasa
madya. Salah satunya yaitu adanya stereotip yang tidak menyenangkan terkait
kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga
disertai dengan berhentinya reproduksi kehidupan disertai berbagai tekanan.
Kebanyakan orang pada masa ini, menjadi rindu pada masa mudanya.
b. Masa dewasa madya merupakan masa transisi
Masa transisi merupakan masa dimana laki-laki dan wanita meninggalkan
ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya, untuk diganti dengan ciri-ciri
jasmani dan perilaku baru. Pada periode ini, laki-laki mengalami perubahan
keperkasaannya dan wanita dalam kesuburannya. Menurut Kimmel (dalam
Hurlock, 2012: 321) setiap perubahan peran mengakibatkan krisis kekerasan
yang besar atau kecil. Selama usia madya, ada tiga bentuk krisis
pengembangan yaitu: 1) krisis sebagai orang tua, yang ditandai dengan
sindrom “di mana kesalahan kami?”, terjadi apabila anak gagal memenuhi
harapan orang tua; 2) krisis yang timbul karena orang tua berusia lanjut,
sehingga muncul reaksi dari anak “saya benci menempatkan ibu disitu”; 3)
krisis yang berhubungan dengan kematian, ditandai dengan sikap “bagaimana
saya dapat terus hidup?”.
c. Masa dewasa madya adalah masa stress
Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah,
khususnya bila disertai dengan perubahan fisik. Marmor (dalam Hurlock,
2012: 321) mengkategorikan stress pada usia madya yaitu: 1) stress somatik,
penyebabnya keadaan jasmani; 2) stress budaya, berasal dari nilai yang tinggi
tentang nilai budaya; 3) stress ekonomi, diakibatkan oleh beban keungan; dan
4) stress psikologis, disebabkan hilangnya rasa muda dan diambang kematian.
d. Masa dewasa madya adalah “usia yang berbahaya”
Usia ini dianggap paling berbahaya sepanjang rentang kehidupan. Pada usia
ini, seseorang mengalami kerusakan fisik sebagai akibat dari terlalu banyak
bekerja, serta rasa cemas yang berlebihan. Sehingga, banyak dari kalangan
laki-laki dan wanita yang mengalami serangan berbagai penyakit fisik
maupun psikis.
e. Masa dewasa madya adalah “usia canggung”
Seseorang yang berusia dewasa madya bukan muda lagi tapi juga bukan tua.
Franzblau (dalam Hurlock, 2012: 322) mengatakan bahwa “orang yang
berusia madya seolah-olah berdiri diantara generasi pemberontak yang lebih
muda dan genereasi warga senior”. Sehingga keberadaan mereka seolah-olah
tidak dianggap dan mereka merubah cara berpenampilan yang kurang
menarik sebagai upaya menghindar agar tidak dikenal oleh orang lain.
f. Masa dewasa madya adalah masa berprestasi
Menurut Erikson (dalam Hurlock, 2012: 322) masa usia madya merupakan
“masa krisis dimana baik (generativity) _ kecenderungan untuk
menghasilkan, maupun (stagnasi) _ kecenderungan tetap berhenti”. Sehingga
banyak orang usia madya yang memiliki keinginan untuk berhasil (puncak
prestasi), sebagai hasil kerja keras yang telah dilakukan pada usia dewasa
awal.
g. Masa dewasa madya merupakan masa evaluasi
Ketika wanita atau laki-laki telah mencapai puncak prestasi sesuai dengan
harapan-harapannya, maka pada saat inilah mereka lebih mengembangkan
perasaan yang lebih nyata dan berbeda dari orang lain.
h. Masa dewasa madya di evaluasi dengan standar ganda
Evaluasi dengan standar ganda yaitu satu standar bagi laki-laki dan satu lagi
standar bagi wanita. Standar ganda terhadap usialaki-laki dan wanita selalu
berpengaruh dalam beberapa aspek, seperti aspek perubahan jasmani dan
aspek pandan sikap mereka terhadap usia tua.
i. Masa dewasa madya merupakan masa sepi
Masa ketika anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Kecuali ketika
laki-laki atau wanita menikah lebih lambat dibandingkan usia rata-rata. Pada
masa inilah, sifat traumatik lebih cenderung terjadi pada wanita dari pada
laki-laki. Hal ini lebih dikhususkan pada wanita yang memiliki waktu
senggang ketika pekerjaan rumah mulai berkurang, sedangkan minat untuk
melakukan aktivitas lainpun tidak ada. Selain itu, peristiwa inipun dialami
laki-laki pada saat mereka mengundurkan diri dar peerjaannya atau
dipensiunkan.
j. Masa dewasa madya merupakan masa jenuh
Kejenuhan yang di alami laki-laki dan wanita mengalami perbedaan. Lakilaki merasa jenuh ketika kegiatan rutin yang telah dilakukan sehari-hari,
memberikan sedikit hiburan bagi dirinya. Sedangkan wanita merasa jenuh
ketika mereka sudah menghabiskan masa dewasa awalnya dengan
memelihara rumah dan membesarkan anak, sehingga merasa kebingungan
untuk melakukan aktivitas ketika menjelang usia 30 tahun ke atas. Namun,
wanita yang pada usia dewasa awal mengabdikan hidupnya dengan bekerja
dan berkarir, maka akan mengalami kejenuhan yang sama seperti laki-laki
rasakan.
Rabu, 30 Desember 2020
Karakteristik Tahap Generativitas (skripsi dan tesis)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar