Sesungguhnya perbedaan gender tidak menjadi masalah selama tidak
menyebabkan ketidakadilan. Tetapi kenyataannya perbedaan gender
mengakibatkan ketidakadilan pada laki-laki dan umumnya pada pihak perempuan.
Ketidakadilan gender adalah sistem maupun struktur di mana laki-laki sekaligus
perempuan menjadi pihak yang dirugikan dari sebuah sistem tersebut (Fakih,
2013:9). Manifestasi ketidakadilan gender terjadi dalam beberapa bentuk, yakni
stereotip, subordinasi, marginalisasi, beban ganda, dan kekerasan. Untuk
mengetahui lebih jelasnya, simak perincian berikut:
1. Gender dan Stereotip
Stereotip merupakan suatu penandaan atau pelabelan yang seringkali
berkonotasi negatif dan terjadi pada suatu jenis kelamin tertentu. Banyak
sekali pelabelan yang dialami oleh laki-laki dan perempuan, sehingga
menyebabkan ketidakadilan karena sukar dipertukarkan antara satu dengan
yang lainnya.
2. Gender dan Subordinasi
Subordinasi merupakan suatu keyakinan bahwa salah satu jenis kelamin
dianggap lebih unggul, penting atau lebih utama dibandingkan dengan jenis
kelamin lainnya, sehingga ada jenis kelamin yang merasa di nomor duakan
atau kurang didengarkan suaranya, bahkan cenderung dieksploitasi
tenaganya (Puspitawati, 2012:49). Subordinasi ini sering terjadi terhadap
pihak perempuan. Subordinasi mengakibatkan perempuan dianggap di
belakang laki-laki, atau di nomor duakan.
3. Gender dan Marginalisasi
Marginalisasi adalah sebuah proses pemiskinan yang merupakan proses,
perilaku atau sikap pada suatu masyarakat maupun kebijakan negara yang
berefek pada pemiskinan atau penyisihan pada perempuan dapat juga pada
laki-laki. Marginalisasi ini juga dapat terjadi pada salah satu jenis kelamin,
dalam hal ini perempuan yang disebabkan oleh gender. Jika ditinjau sumber
dari marginalisasi pada perempuan berasal dari tafsir agama, kebijakan
pemerintah, keyakinan tradisi dan bahkan kebiasaan. Marginalisasi tersebut
tidak hanya terjadi pada tempat kerja saja, tetapi juga bisa terjadi dalam
lingkup keluarga.
4. Gender dan Beban ganda
Beban ganda artinya beban pekerjaan yang diterima salah satu jenis kelamin
lebih banyak dibandingkan jenis kelamin lainnya (Puspitawati, 2012:49).
Peran reproduksi seringkali dianggap sebagai peran yang statis dan
permanen pada perempuan. Meskipun sudah ada peningkatan jumlah
partisipasi perempuan yang bekerja pada sektor publik, namun tidak diikuti
dengan berkurangnya beban pekerjaan mereka di sektor domestik. Pihak
perempuan dalam hal ini sering mengalami masalah beban ganda, yang
membuat pihak perempuan mengerjakan peran produktif dan reproduktif
sekaligus.
5. Gender dan Kekerasan
Kekerasan dapat berwujud serangan secara fisik maupun serangan secara
mental psikologisnya. Kekerasan secara fisik meliputi, pemerkosaan,
pemukulan, dan penyiksaan. Kekerasan dapat terjadi secara non fisik,
conthnya pelecehan secara seksual, ancaman, serta pemaksaan yang
mengakibatkan batinnya terusik.
Rabu, 28 Juni 2023
Perbedaan Gender Melahirkan Ketidakadilan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar