Rabu, 28 Juni 2023

Indikator Penilaian Kinerja Pegawai


Menurut Carrol and Schneir dalam Munandar (2015), indikator
penilaian kinerja pegawai terdapat 3 model, yaitu;
1. Identification
Penilaian model ini dilakukan dengan mengidentifikasi segala
ketentuan manajer dalam melakukan uji penilaian kemampuan kerja.
Identifikasi ini menggunakan sistem pengukuran berdasarkan job
analysis. Pada sistem penilaian ini akan tertuju pada prestasi kerja yang
mampu mempengaruhi keberhasilan pencapaian kerja organisasi.
2. Measurement
Measurement disebut juga pengukuran yakni sistem pengukuran
dibagian tengah, artinya sistem penilaian yang digunakan untuk
membentuk managerial judgment agar dapat memilih hasil yang baik
ataupun buruk. Perbandingan penilaian ini harus menggunakan
beberapa ketetapan karakteristik diantaranya dengan pemberian
predikat sempurna, baik, cukup, dan kurang.
3. Management
Model penilaian management merupakan penilaian kinerja karyawan
yang bisa memberikan suatu metode penting bagi manajemen agar
diterapkan dalam menjelaskan tujuan – tujuan dan standar – standar
kerja serta mampu memotivasi karyawan agar lebih baik dimasa
berikutnya.
Selain itu menurut Bernardin & Russel terdapat beberapa aspek
pengukuran kinerja pegawai, antara lain:
1) Quality, adalah sebuah hasil kerja yang telah dicapai pegawai serta
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sebuah perusahaan ataupun
organisasi. Quality menunjukkan tingkat usaha setiap pegawai untuk
mencapai suatu keberhasilan baik yang mendekati maupun menjauhi
kesempurnaan.
2) Quantity, adalah hasil kerja yang telah dicapai pegawaiserta dapat
mencapai skala maksimal yang sesuai dengan ketentuan perusahaan.
Dengan hasil kerja tersebut seorang pegawai dapat dikatakan sebagai
pegawai yang baik. Quantity berhubungan dengan penyelesaian jumlah
unit produksi atau target produksi yang dinyatakan dengan mata uang.
3) Timeliness, adalah suatu kemampuan pegawai yang berhasil
menyelesaikan pekerjaannya sesuai ketentuan waktu yang telah
ditentukan perusahaan. Pegawai yang mampu menyelesaikan
pekerjaannya tepat waktu bahkan lebih cepat dari waktu yang
ditentukan maka pegawai tersebut memiliki kinerja yang baik.
4) Cost Effectiveness, berhubunga dengan tingkat efisien dan efektif
perusahaan dalam penggunaan sumber daya atau karyawan sehingga
dapat berpengaruh terhadap pembiayaan perusahaan yang dapat
menghasilkan pendapatan maksimum dan pengeluaran minimum.
5) Need for Supervision, adalah tingkat kemampuan pegawai dapat bekerja
dengan baik meskipun tidak ada pengawasan dari perusahaan. Jika
pegawai dapat bekerja dengan maksimal tanpa adanya pengawasan
intensif dari manajer perusahaan itu berarti pegawai memiliki kinerja
yang baik.
6) Interpersonal Impact, berhubungan dengan tingginya rasa harga diri
karyawan sehingga memiliki usaha lebih untuk mencapai hasil terbaik
dalam mengerjakan tugas yang diberikan perusahaan. Peningkatan
kinerja ini dipengaruhi oleh kenyamanan dalam bekerja, percaya diri,
dan kerja sama yang baik antar tim.

Tidak ada komentar: