Rabu, 28 Juni 2023

Spiritualitas di Tempat Kerja


Menurut Hendrawan (2009) dalam (Fadilah, 2018) spiritualitas di
tempat kerja merupakan sesuatu yang berkaitan dengan kepedulian,
harapan, kebaikan cinta dan optimisme individu. Menurutnya terdapat
dua sasaran yang ingin diraih melalui spiritualitas perusahaan yaitu
membangun diri seseorang yang integral dan sebagai kekuatan
perusahaan agar bisa bersaing di pasar. Ia meyakini bahwa spiritualitas
yang tertanam dalam diri individu memberikan dampak bagi kinerja
karyawan. Hal itu dibuktikan dengan terbentuknya self management
dan personal responsibility yang merupakan dua dampak dari
terbentuknya spiritualitas untuk peningkatan kinerja karyawan. Menurut
Robbins (2008) dalam (Nurjannah & Hamzah, 2018), spiritualitas di
tempat kerja merupakan kesadaran bahwa setiap orang memiliki
kehidupan batin yang terus tumbuh karena pekerjaannya yang memiliki
makna dalam lingkungan organisasi. Spiritualitas sendiri merupakan
kepercayaan dasar yang berada pada hal – hal seperti dijelaskan
diatas. Dan spiritualitas perusahaan adalah usaha yang dilakukan
perusahaan untuk menyatukan kembali unsur – unsur kehidupan yang
telah terpisah dari tempat bekerja. Unsur – unsur kehidupan yang
dimaksud yaitu mencakup pikiran, badan, fisik dan ruh.
Menurut Giacalone dan Jurkiewicz (2003) dalam (Umam & Auliya,
2017) spiritualitas di tempat kerja didefinisikan sebagai kerangka nilai –
nilai yang berada dalam budaya organisasi, untuk mendorong
karyawan dalam proses bekerja. Agar tercapai kebahagiaan yang dapat
dirasakan karyawan. Sedangkan menurut Karakas (2010) dalam
(Fadilah, 2018) spiritualitas di tempat kerja adalah proses untuk
menemukan pemahaman bermakna yang berkaitan erat dalam diri
seseorang. Spiritualitas merupakan hal yang pribadi dan tidak terikat
dengan ritual ataupun kepatuhan dalam agama maupun tradisi masing –
masing individu. Spiritualitas di tempat kerja bukan bermaksud
membawa agama kedalam tempat kerja, namun mengenai keseluruhan
untuk memaksimalkan diri dalam bekerja. Spiritualitas juga berperan
sangat penting bagi peningkatan kinerja menjadi lebih efektif karena
menganggap bahwa pekerjaan yang dilakukan bisa menumbuhkan rasa
spiritualitas yang besar dibanding karyawan yang memiliki tingkat
spiritualitas lebih rendah

Tidak ada komentar: