Rabu, 28 Juni 2023

Group Engagement


Robinowitz dan Hall (dalam Rusdiana dan Wijayanti, 2014)
mendefinisikan keterlibatan kerja sebagai suatu performance self-esteem
contingency, di mana menurut definisi ini keterlibatan kerja adalah tingkat
sampai sejauh mana harga diri (self-esteem) individu dipengaruhi oleh tingkat
performansinya ketika bekerja.
Robbins dan Coulter (2010) mendefinisikan bahwa keterlibatan kerja
(employee engagement) merupakan derajat dimana seorang karyawan
mengindentifikasi pekerjaannya, secara aktif berpartisipasi di dalamnya, dan
menganggap performa kerja sebagai hal penting dalam menghargai dirinya.
Karyawan dengan keterlibatan keterlibatan kerja yang tinggi sanagat
mengidentifikasikan dan sangat peduli terhadap jenis pekerjaan yagn mereka
lakukan. Sikap positif mereka mendorong untuk berkontribusi dalam pekerjaan
secara positif.
Sedangkan Schaufeli (dalam Imawati dan Amalia., 2011) mendefinisikan
engagement sebagai sikap yang positif, penuh makna, dan motivasi, yang
dikarakteristikkan dengan vigor, dedication, dan absorption. Vigor
dikarakteristikkan dengan tingkat energi yang tinggi, resiliensi, keinginan
untuk berusaha, dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan. Dedication
ditandai dengan merasa bernilai, antusias, inspirasi, berharga dan menantang.
Absorption ditandai dengan konsentrasi penuh terhadap suatu tugas.

Tidak ada komentar: