Beban ganda artinya beban pekerjaan yang diterima salah satu jenis kelamin
lebih banyak dibandingkan jenis kelamin lainnya (Puspitawati, 2012:49). Peran
reproduksi seringkali dianggap peran yang melekat atau statis dan permanen pada
perempuan. Meskipun sudah ada peningkatan jumlah partisipasi perempuan yang
bekerja pada sektor publik, namun tidak diikuti dengan berkurangnya beban
pekerjaan mereka di sektor domestik. Pihak perempuan dalam hal ini sering
mengalami masalah beban ganda, yang membuat pihak perempuan mengerjakan
peran produktif dan reproduktif sekaligus.
Beban ganda ini muncul akibat dari perbedaan gender laki-laki serta gender
perempuan yang dianggap sebuah kodrat. Perbedaan tersebut memunculkan
stereotip pada kedua jenis kelamin. Akan tetapi stereotip pada pihak perempuan
menimbulkan ketidakadilan gender berupa beban ganda yang ditanggung oleh
perempuan. Pihak perempuan dikonstruksikan sebagai makhluk yang mempunyai
tugas wajib di wilayah domestik sedangkan pihak laki-laki dianggap mempunyai
tugas wajib di sektor publik. Sehingga hal tersebut memunculkan sikap bahwa
pihak perempuan wajib mengemban tugas reproduksi meliputi area domestik.
Meskipun sudah berpartisipasi pada sektor publik, tugas wajib tersebut tetap
diemban oleh perempuan. Sedangkan laki-laki akibat stereotip tersebut hanya
memiliki tugas wajib dalam sektor publik. Manifestasi beban ganda ini, sering kali
muncul pada lingkup keluarga atau rumah tangga. Dalam rumah tangga beban
ganda ini biasanya terjadi pada perbedaan peran laki-laki dan perempuan. Pihak
perempuan dalam rumah tangga mempunyai peran reproduksi, seperti mencuci,
memasak, menghias, mengurusi anak. Peranan perempuan tersebut muncul dari
anggapan bahwa hal tersebut bukan tugas wajib pihak laki-laki, sehingga peran
laki-laki lebih ke sektor publik dibandingkan ke domestik.
Rabu, 28 Juni 2023
Beban ganda Pada Perempuan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar