Rabu, 28 Juni 2023

Definisi Job Crafting


Job crafting adalah bentuk spesifik dari perilaku kerja proaktif di mana
karyawan secara aktif mengubah karakteristik pekerjaan mereka (Cox et al., 2020;
Park & Park, 2021). Menurut (Wrzesniewski dan Dutton (2001) Job Crafting
berfokus pada tugas, perubahan relasional dan kognitif di tempat kerja dengan
menekankan perubahan yang dilakukan karyawan untuk menemukan makna dan
identitas pekerjaan. Dua karakteristik Job Crafting patut diperhatikan. Pertama,
mengenai apa yang ingin dilakukan oleh karyawan atau Job Crafting bersifat
proaktif. Perilaku proaktif adalah inisiatif diri dalam mengambil kendali, membuat
perubahan, dan mengantisipasi konsekuensi masa depan. Kedua, mengenai apa yang
harus dilakukan oleh karyawan atau Job Crafting bersifat adaptif. Karyawan kerja
membuat penyesuaian adaptif dalam menanggapi tantangan yang dirasakan di
tempat kerja (Berg et al., 2010).
Menurut Petrou et al., (2012) definisi Job Crafting yang mengadopsi
perspektif lebih memperhatikan perubahan yang mempengaruhi motivasi dan
kesehatan karyawan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan tingkat kesesuaian
pekerjaan berdasarkan teori desain pekerjaan. Peneliti Wrzesniewski dan Dutton
(2001) mengkonseptualisasikan Job Crafting dari perspektif motivasi dengan fokus
pada motif yang mendasari karyawan untuk kontrol atas pekerjaan, penciptaan citra
diri yang positif, dan hubungan dengan orang lain. Menurut (Tims et al., 2012) Job
Crafting dapat meningkatkan sumber daya pekerjaan menjadi struktural dan sosial,
dan meningkatkan tuntutan pekerjaan yang menantang, serta mengurangi tuntutan

pekerjaan yang menghambat. Secara keseluruhan, Job Crafting menggambarkan
upaya kreatif dan improvisasi individu dalam mempertahankan makna pekerjaan
mereka mengenai apa yang ingin mereka lakukan (yaitu perspektif motivasi) dan
harus dilakukan (yaitu perspektif permintaan-sumber daya).
Peneliti (Naeem et al., 2021), berpendapat bahwa karyawan kadang-kadang
mendesain ulang pekerjaan mereka agar paling sesuai dengan kebutuhan dan
keterampilan mereka. Karyawan dapat mengubah pekerjaan melalui cognitive
crafting, task crafting and relational crafting. Cognitive crafting mengacu untuk
mengubah cara seseorang memandang pekerjaan (misalnya guru menjadi
pembangun bangsa; pekerja kebersihan menjadi penjaga lingkungan). Task crafting
mengacu pada perubahan struktur, ruang lingkup, dan jumlah tugas dalam upaya
untuk menyesuaikan aspek pekerjaan yang menuntut fisik. Relational crafting
mengacu pada perubahan tingkat interaksi dengan rekan kerja yang menuntut, rekan
kerja dan pelanggan untuk melakukan kontrol atas hubungan interpersonal.
Karyawan menggunakan satu atau kombinasi teknik kerajinan ini untuk mencapai
tujuan kerja (Berg et al., n.d.).
Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas mengenai Job Crafting
merupakan salah satu cara karyawan dalam memodifikasi pekerjaanya sendiri agar
karyawan tersebut dapat bekerja lebih efektif.

Tidak ada komentar: