1) Teori Psikologi Humanistik
Teori humanistik berpandangan bahwa kreativitas lahir dari hasil kesehatan
psikologis tingkat tinggi sehingga dipercaya kreativitas dapat berkembang selama
hidup (Munandar 1999). Dikemukakan bahwa ada 3 komponen pokok yang terlibat
dalam kreativitas, yaitu proses, individu dan lingkungan. Lebih jauh diungkapkan
bahwa dalam proses kreatif seseorang, ada beberapa elemen penting yang
berpengaruh, yaitu hasil karya yang dihasilkan dari proses kreatif, dimana karya
tersebut adalah dalam bentuk baru sebagai bentuk manifestasi idividu dalam
berinteraksi dengan pengalamannya, dan mencakup semua bidang kehidupan.
Sehingga, proses kreatif akan berlangsung baik jika seseorang memiliki potensi
tertentu yang kondusif bagi kreativitas serta adanya dukungan masyarakat yang
memungkinkan teraktualisasikannya potensi indivmeliputi situasi keamanan &
kebebasan psikologis individu.
Maslow (dalam Munandar, 1999) menyampaikan bahwa manusia mempunyai
naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu,
diwujudkan Maslow sebagai hirarki kebutuhan manusia, dari yang terendah hingga
yang tertinggi. Ketika individu mampu mewujudkan dirinya pada hirarki tertinggi
yaitu yang disebut Maslow sebagai peak experience, individu akan memperoleh flash
of insight yang menumbuhkan kegembiraan bagi dirinya dan memunculkan rasa
syukur akan kehidupannya (dalam Munandar, 1999).
2) Teori Psikoanalisis
Suler (1980) menyatakan bahwa pandangan teori Psikoanalisis merupaka alat
yang baik dan fleksibel dalam memahami fenomena kreativitas yang cukup
kompleks. Maka, kreativitas dapat dipahami sebagai bentuk khusus interaksi antara
berpikir proses primer dan sekunder. Sehingga dalam hal ini munculnya gagasan baru
atau insight lahir melalui pelepasan pemikiran yang tidak logis dan fantastik dari
proses berpikir primer, yang oleh proses berpikir sekunder dibentuk ke dalam konteks
yang sesuai dengan nilai-nilai sosial.
Secara umum, menurut psikoanalis, perilaku kreativitas dipandu oleh proses
internal yang sadar (Runco 2007). Kreativitas juga hasil dari proses prasadar secara
bebas dan sadar (Suharnan, 2011) yang dapat mengubah fantasi menjadi kenyataan.
Proses sadar harus bekerja secara bersama-sama dengan proses tak sadar dan prasadar
sehingga dapat melihat cara-cara baru dan segar yang dapat mengakibatkan ide-ide
kreatif dan solusi dalam menyelesaikan masalah. Oleh karenanya pribadi kreatif
dipandang sebagai seseorang yang pernah mempunyai pengalaman traumatis, yang
dihadapi dengan memungkinkan gagasan-gagasan yang disadari dan yang tidak
disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar