Pandangan teori dengan pendekatan kognitif (Guilford, 1967) cenderung
menyatakan bahwa kreativitas pada dasarnya adalah fenomena mental yaitu terkait dengan bagaimana orang memandang dan berpikir tentang hal-hal dan peristiwa
sesuai dengan struktur kognitif dan gaya berpikirnya.
1) Teori Struktur Intelek
Menurut Guilford (1967), kreativitas merupakan salah satu kemampuan
mental yang dalam model struktur intelek (SOI) model disebut berpikir divergen.
Teori ini dikembangkan berdasar pendekatan psikometris dan analisis faktor tentang
berbagai fungsi intelektual manusia (Vernon, 1987). Oleh Guilford dikatakan bahwa
berpikir divergen diasumsikan sangat dekat dengan kreativitas karena kemungkinan
untuk melihat suatu persoalan dalam perspektif baru menjadi sangat besar bila
seseorang menggunakan pola dan kemampuan berpikir divergen.
2) Teori Asosiasi
Runco (2007) menyatakan bahwa teori asosiasi menekankan pada bagaimana
beberapa ide digabungkan secara bersama. Dasar dari teori asosiasi ini menyatakan
bahwa berpikir kreatif merupakan asosiasi dari berbagai gagasan, pengalaman,
hukum-hukum frekuensi dan kekinian serta kejelasan. Dikatakan oleh Evans (1991)
bahwa semakin sering, mutakhir dan jelas hubungan antara dua gagasan maka
kemungkinan keduanya muncul bersamaan menjadi tinggi. Dengan kata lain suatu
gagasan yang muncul akan diikuti oleh gagasan-gagasan selanjutnya.
Runco (2007) menyatakan bahwa ketika pertama kali suatu ide muncul, bisa
jadi itu bukanlah ide yang orisinil, tetapi ide yang orisinil biasanya ditemukan setelah
individu menguras kemampuannya menghasilkan banyak ide. Sehingga oleh Weisberg (1995) dinyatakan bahwa banyaknya ide kreatif yang dihasilkan dan solusi
mengenai informasi terkait ditransfer pada situasi baru yang dianalogikan pada situasi
sebelumnya. Maka, analogi ilmiah dapat berupa analogi lokal (yaitu ketika satu
bagian hal berkaitan dengan bagian hal lainnya), analogi regional (yaitu ketika suatu
informasi diterapkan pada suatu kondisi atau kawasan berpikir tetapi ternyata juga
tepat untuk diterapkan atau digunakan pada kawasan berpikir lainnya yang serupa
dengan sebelumnya), dan terakhir analogi jangka panjang (yaitu ketika suatu sistem
ditemukan atau dihasilkan dari suatu situasi atau kondisi atau kawasan berpikir
tertentu tetapi dapat diterapkan pada situasi atau kondisi atau kawasan berpikir lain
yang tidak serupa).
3) Teori Gestalt
Teori ini berpandangan bahwa kreativitas merupakan proses pembentukan
totalitas dari pola-pola yang semula kurang terstruktur (Runco, 2007). Artinya, ketika
seseorang menghadapi suatu hal yang tidak terstruktur, ia akan memahaminya
sebagai suatu totalitas untuk mencapai kondisi terstruktur. Oleh karenanya kreativitas
dalam teori Gestalt, dijelaskan mulai munculnya permasalahan bagi individu hingga
tercapainya insight untuk mengatasi permasalahan tersebut. Insight sendiri dalam
konsep Gestalt (dalam Runco, 2007) merupakan restructuring, yang mengandung
makna menyusun ulang pemahaman akan suatu hal yang terpisah menjadi suatu hal
yang menyatu sebagai suatu totalitas untuk mendapatkan pemecahan masalah atau
solusi. 4) Teori Belahan Otak
Sperry (1962) menemukan bahwa masing-masing belahan otak tersebut
memiliki fungsi yang berbeda dalam berpikir dan mengingat, dimana belahan otak
kiri lebih digunakan untuk berpikir secara logis, mengambil keputusan, berbicara dan
penalaran matematik. Sementara, belahan otak kanan merupakan bagian otak yang
menghasilkan impian, perasaan, visualisasi dan intuisi. Namun, menurut teori ini,
kreativitas banyak melibatkan fungsi belahan otak kanan dibandingkan belahan kiri.
Hal ini dilandasi pemikiran bahwa kreativitas cenderung melibatkan pencarian
gagasan baru yang seringkali melalui cara berpikir tidak logis atau imajinatif.
5) Teori Gelombang Elektrik Otak
Ayan (1997) menyebutkan bahwa kreativitas dapat muncul ketika pikiran
individu sedang dalam kondisi situasi rileks dari berbagai tugas rutin sehingga
individu dapat memusatkan pikirannya melakukan perenungan secara mendalam.
Oleh sebab itu dalam penelitian Lehrer (2012) dinyatakn bahwa kreativitas terkait
dengan gelombang otak alpha, yaitu yang memungkinkan untuk terjadinya visualisasi
(yang menurut peneliti sama dengan munculnya imajinasi dalam pikiran).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar