Senin, 11 Januari 2021

Jenis Saham (skripsi dan tesis)


Ada beberapa jenis saham Darmadji & Fakhruddin (2011:6) yaitu:
1. Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, maka saham
terbagi atas:
a. Saham biasa (common stock), yaitu merupakan saham yang
menempatkan pemiliknya paling junior terhadap pembagian dividen, dan
hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut
dilikuidasi. Dalam pengertian lain saham merupakan efek yang paling
sering digunakan oleh emiten dalam memperoleh dana dari masyarakat
dan jugamerupakan efek yang paling dikenal di pasar modal. Saham
biasa memiliki karakteristik seperti:
 Hak klaim terakhir atas aktiva perusahaan jika perusahaan
dilikuidasi.
 Hak suara proporsional pada pemilihan direksi serta keputusan
lain yang ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS)
 Deviden, jika perusahaan memperoleh laba dan disetujui di
RUPS.
 Hak tanggung jawab yang terbatas.
 Hak memesan efek terlebih dahulu sebelum efek tersebut
ditawarkan kepada masyarakat.
b. Saham preferen (preferred stock), merupakan saham yang memiliki
karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa
menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa
tidak mendatangkan hasil seperti ini dikehendaki oleh investor. Saham
preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan (hybrid)
anatar obligasi (bond) dan saham biasa, seperti obligasi yang
membayarkan harga atas pinjaman, saham preferen juga memberikan
hasil yang tetap berupa deviden preferen seperti saham biasa dalam hal
likuidasi klaim pemegang saham biasa, saham preferen mempunyai
beberapa hak yaitu hak atas deviden tetapdan hak pembayaran terlebih
dahulu jika terjadi likuidasi.
2. Dilihat dari cara pemeliharaannya, saham dibedakan menjadi:
a. Saham atas unjuk (bearer stock) artinya pada saham tersebut tidak tertulis
nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke
investor lain.
b. Saham atas nama (registered stock), merupakan saham yang ditulis
dengan jelas siapa pemiliknya, dan dimana cara peralihannya harus
melalui prosedur tertentu.
3. Ditinjau dari kinerja perdagangannya, maka saham dapat dikategorikan
menjadi:
a. Saham unggulan (blue-chip stock), yaitu saham biasa dari suatu
perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri
sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar
dividen.
b. Saham pendapatan (income stock), yaitu saham biasa dari suatu emiten
yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata
dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya.
c. Saham pertumbuhan (growth stock-well known), yaitu saham-saham dari
emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai
leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi. Selain itu
terdapat juga growthstock lesser known, yaitu saham dari emiten yang
tidak sebagai leader dalam industri namun memiliki ciri growth stock.
d. Saham spekulatif (speculative stock), yaitu saham suatu perusahaan yang
tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan yang tinggi di masa
mendatang, meskipun belum pasti.
e. Sahamsiklikal (counter cyclical stock), yaitu saham yang tidak
terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara
umum.
Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang
paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan
ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham
merupakan instrumen investasi yang banyak dipilih parainvestor karena saham
mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik. Saham dapat didefinisikan
sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu
perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka
pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset
perusahaan, dan berhak hadir dalam RUPS.
Saham adalah bukti kepemilikan setelah investor menginvestasikan
sejumlah uang kepada perusahaan. Ada dua analisis saham yang digunakan untuk
menghargai hargasaham, yaitu analisis terknikal dan analisis fundamental. Hal ini
dapat memberikan wawasan kepadainvestor mengenai harga saham dan akan
membantu investor dalam membuat keputusan.
Dalam konteks teori untuk melakukan analisis dan memilih saham
terdapat dua pendekatan dasar yaitu:
1. Analisis Fundamental
(Husnan, 2015:315) Analisis fundamental ini merupakan upaya untuk
memperkirakan harga saham di masa yang akan datang dengan cara:
a. Mengestimasi nilai faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga
saham di masa yang akan datang
b. Menetapkan hubungan variabel-variabel tersebut sehingga diperoleh
taksiran harga saham. Analisis ini bertolak dari anggapan dasar bahwa
setiap investor adalah makhluk rasional. Karena itu, seorang
fundamentalis mencoba mempelajari hubungan antara harga saham
dengan kondisi atau kinerja perusahaan. Argumentasi dasarnya adalah
nilai saham mewakili nlai perusahaan.
Analisis fundamental lebih menekankan pada penentuan nilai instrinsik
dari suatu saham. Untuk melakukan analisis yang bersifat fundamental, amalisis
perlu memahami variabel-variabel yang mempengaruhi nilai instrinsik saham.
Nilai inilah yang diestimasi oleh investor, dan hasil dari estimasi ini dibandingkan
dengan nilai pasar sekarang (current market price) sehingga dapat diketahui
saham-saham yang overprice maupun underprice. Karena banyak faktor yang
mempengaruhi harga saham dalam hal ini (DER, EPS, DPS dan ROA) maka
beberapa tahapan analisis untuk melakukan analisis fundamental yaitu:
a. Analisis Ekonomi
Analisis ini menyangkut penilaian umum perekonomian dan pengaruh
potensialnya terhadap hasil sekuritas.
b. Analisis Industri
Analisis industri akan memberikan pemahaman tentang sifat dan operasi
dari suatu industri yang dapat digunakan untuk memperkirakan prospek
pertumbuhan insustri perusahaan-perusahaan di dalamnya serta prestasi
saham-sahamnya.
c. Analisis Kondisi Spesifik Perusahaan
Analisis ini menyangkut penilaian keuangan perusahaan. Alat
yangdigunakan dalam analisis ini yaitu analisis laporan keuangan.
2. Analisis Teknikal
Analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham
(kondisi pasar) dengan mengamati perubahan harga tersebut di waktu yang lalu
(Husnan, 2015:349).
Model analisis teknikal lebih menekankan pada tingkah laku pemodal di
masa yang akan datang berdasarkan kebiasaan di masa lalu. Di dalam analisis
teknikal informasi tentang harga dn volume perdagangan merupakan alat utama
untuk analisis. Misalnya, peningkatan atau penurunan harga biasanya berkaitan
dengan peningkatan atau penurunan volume perdagangan. Analisis teknikal pada
dasarnya merupakan upaya untuk menentukan kapan akan membeli atau menjual
saham, dengan memanfaatkan indikator-indikator teknis ataupun menggunakan
analisis grafis

Tidak ada komentar: