Menurut Rogers (dalam Munandar, 2009), faktor-faktor yang dapat mendorong
terwujudnya kreativitas individu diantaranya:
a. Dorongan dari dalam diri sendiri (motivasi intrinsik).
Menurut Roger (dalam Munandar, 2009) setiap individu memiliki kecenderungan atau
dorongan dari dalam dirinya untuk berkreativitas, mewujudkan potensi, mengungkapkan dan
mengaktifkan semua kapasitas yang dimilikinya. Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk
kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan lingkungannya dalam
upaya menjadi dirinya sepenuhnya (Rogers dalam Munandar, 2009). Hal ini juga didukung oleh
pendapat Munandar (2009) yang menyatakan individu harus memiliki motivasi intrinsik untuk
melakukan sesuatu atas keinginan dari dirinya sendiri, selain didukung oleh perhatian, dorongan,
dan pelatihan dari lingkungan.
Menurut Rogers (dalam Munandar, 2004), kondisi internal (interal press) yang dapat mendorong
seseorang untuk berkreasi diantaranya:
a.1. Keterbukaan terhadap pengalaman.
Keterbukaan terhadap pengalaman adalah kemampuan menerima segala sumber
informasi dari pengalaman hidupnya sendiri dengan menerima apa adanya, tanpa ada usaha
defense, tanpa kekakuan terhadap pengalaman-pengalaman tersebut dan keterbukaan terhadap
konsep secara utuh, kepercayaan, persepsi dan hipotesis. Dengan demikian individu kreatif
adalah individu yang mampu menerima perbedaan.
a.2. Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal
locus of evaluation).
Pada dasarnya penilaian terhadap produk ciptaan seseorang terutama ditentukan oleh diri
sendiri, bukan karena kritik dan pujian dari orang lain. Walaupun demikian individu tidak
tertutup dari kemungkinan masukan dan kritikan dari orang lain.
a.3. Kemampuan untuk bereksperimen atau “bermain” dengan konsep-konsep.
Merupakan kemampuan untuk membentuk kombinasi dari hal-hal yang sudah ada
sebelumnya.
b. Dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik)
Munandar (2009) mengemukakan bahwa lingkungan yang dapat mempengaruhi
kreativitas individu dapat berupa lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Lingkungan
keluarga merupakan kekuatan yang penting dan merupakan sumber pertama dan utama dalam
pengembangan kreativitas individu. Pada lingkungan sekolah, pendidikan di setiap jenjangnya
mulai dari pra sekolah hingga ke perguruan tinggi dapat berperan dalam menumbuhkan dan
meningkatkan kreativitas individu. Pada lingkungan masyarakat, kebudayaan-kebudayaan yang
berkembang dalam masyarakat juga turut mempengaruhi kreativitas individu. Rogers (dalam
Munandar, 2009) menyatakan kondisi lingkungan yang dapat mengembangkan kreativitas
ditandai dengan adanya:
b.1. Keamanan psikologis
Keamanan psikologis dapat terbentuk melalui 3 proses yang saling berhubungan, yaitu:
b.1.1 Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan
keterbatasannya.
b.1.2 Mengusahakan suasana yang didalamnya tidak terdapat evaluasi eksternal (atau
sekurang-kurangnya tidak bersifat atau mempunyai efek mengancam).
b.1.3 Memberikan pengertian secara empatis, ikut menghayati perasaan, pemikiran,
tindakan individu, dan mampu melihat dari sudut pandang mereka dan menerimanya.
b.2. Kebebasan psikologis
Lingkungan yang bebas secara psikologis, memberikan kesempatan kepada individu
untuk bebas mengekspresikan secara simbolis pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya.
Kuwanto (dalam Ghufron dan Risnawita, 2011) secara umum menguraikan tiga faktor
yang mempengaruhi kreativitas.
b.2.1. Faktor intelegensi
Faktor kemampuan berfikir yang mencangkup intelegensi dan pemerkayaan bahan
berfikir. Intelegensi merupakan petunjuk kualitas kemampuan berfikir, sedangkan pemerkaya
bahan berfikir dibedakan atas perluasan dan pendalaman salam bidangnya dan bidang lain
sekitarnya.
b.2.2. Faktor kepribadian
Munandar (1985) menjelaskan bahwa sejauh mana seseorang menunjukan kreativitasnya
tidak hanya tergantung pada aspek intelektualnya saja, tetapi juga ditentukan oleh faktor-faktor
kepribadian seperti imajinatif, mempunyai inisiatif, mempunyai minat yang luar, beban dalam
berfikir, rasa ingin tahu yang kuat, ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, penuh
semangat, energik, percaya diri, berani mengambil resiko, dan berani dalam berpendapat dan
berkeyakinan.
b.2.3. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan dapat berupa suasana dan fasilitas yang memberikan rasa aman.
Kreativitas dapat berkembang bila lingkungan memberikan dukungan dan kebebasan yang
mendukung perkembangan kreativitas.
Dari uraian faktor-faktor yang di ungkapkan oleh Roger dapat diambil kesimpulan bahwa
faktor kreativitas adalah pengalaman, kepribadian, kemampuan berfikir, dan lingkungan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar