Sabtu, 27 Juli 2024

Tipe-tipe Kepemimpinan


Tiga tipe dasar sebagai bentuk-bentuk proses pemecahan masalah dan
mengambil keputusan, adalah sebagai berikut:
a) P e m i m p i n O t o k r a t i s / O t o r i t e r
Pemimpin yang bersifat otokratis memperlihatkan ciri-ciri
sebagai berikut:
Memberikan perintah-perintah yang selalu diikuti, menentukan
kebijaksanaan bawahan tanpa sepengetahuan mereka. Tidak
memberikan penjelasan secara terperinci tentang rencana yang akan
datang, tetapi sekedar mengatakan kepada anggotanya tentang langkah-
langkah yang mereka lakukan dengan segera dijalankan. Memberikan
pujian kepada mereka yang selalu mengikuti kehendaknya. Selalu jauh
dengan anggota sepanjang masa.
b ) P e m i m p i n D e m o k r a t i s
Pemimpin demokratis hanya memberikan perintah setelah mengadakan
musyawarah dahulu dengan para anggotanya dan mengetahui bahwa
kebijaksanaannya hanya dapat dilakukan setelah dibicarakan dan
diterima oleh anggotanya. Pemimpin tidak akan meminta anggotanya
mengerjakan sesuatu tanpa terlebih dahulu memberitahukan rencana
yang akan mereka lakukan. Baik atau buruk, benar atau salah adalah
persoalan anggotanya dimana masing-masing ikut serta dalam
bertanggung jawab sebagai anggotanya.
c ) . P e m i m p i n Li b e r a l a t a u La i s s e z - Fa i r
Pemimpin liberal yaitu kebebasan tanpa pengendalian. Pemimpin tidak
memimpin atau mengendalikan sepenuhnya dan tidak pernah ikut serta
dengan bawahannya. Pemimpin tipe ini menyerahkan segala sesuatunya
kepada bawahan. Pemimpin dalam hal ini bersifat pasif, tidak ikut
terlibat langsung dalam komunikasi kelompok, tidak mengambil
keputusan apapun.
d). Pemimpin Paternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan
yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut:

  1. Mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum
    dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan.
  2. Mereka bersikap terlalu melindungi.
  3. Mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
    mengambil keputusan sendiri.
  4. Mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada
    bawahan untuk berinisiatif.
  5. Mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan
    kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan
    imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri.
  6. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Tidak ada komentar: