dikemukakan pendapat bahwa:
Teori kepemimpinan adalah sebuah penjelasan tentang beberapa aspek
kepemimpinan, teori-teori memiliki nilai praktis karena mereka digunakan
untuk lebih memahami, memprediksi, dan mengendalikan kepemimpinan
yang sukses. Klasifikasi teori kepemimpinan, meliputi: sifat, perilaku,
kontijensi, dan integratif. Teori kepemipinan sifat: teori yang berusaha
menjalankan karakteristik khas accunting untuk evektivitas
kepemimpinan.
Sedangkan beberapa teori yang dijelaskan oleh Thoha (2002:32) diantaranya:
a. Teori sifat (Trait Theory)
Menurut teori ini bahwa untuk mengetahui teori kepemipinan harus dimulai
dengan memusatkan perhatiannya pada pemimpin itu sendiri. Penekananya
ialah tentang sifat-sifat yang membuat seseorang sebagai pemimpin. Menurut
teori awal tentang sifat ini dapat di telusuri dari zaman yunani kuno dan
zaman roma. Pada zaman itu bahwa pemimpin dilahirkan, bukannya di buat.
Seperti halnya teori The Greath Man yang menyatakan bahwa seorang yang
dilahirkan sebagai pemimpin apakah seseorang itu mempunyai sifat atau tidak
mempunyai sifat sebagai pemimpin.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dapat disimpulkan
bahwa diantara sifat-sifat yang cenderung mempengaruhi timbulnya
kepemimpinan antara lain adalah kecerdasan, inisiatif, keterbukaan,
antusiasme, kejujuran, simpati, dan kepercayaan diri sendiri. Namun tidak
semua sifat-sifat tersebut bisa diterapkan pada semua bidang, terutama pada
organisasi, dikatakan bahwa keberhasilan seorang manajer tidak semata-mata
dipengaruhi oleh sifat-sifat tadi, artinya tidak ada selalu hubungan sebab
akibat dari sifat yang diteliti diatas dengan keberhasilan seorang manajer.
Akhirnya kesimpulan dari teori sifat ini diketahui bahwa tidak selalu ada
korelasi sebab akibat antara sifat dan keberhasilan manajer, sehingga
mendorong Keth Davis yang disarikan oleh Thoha (2002:33) merumuskan
empat sifat umum yang mempengaruhi terhadap keberhasilan kepemipinan
organisai, yaitu:
1.) Kecerdasan, Hasil penelitian pada umumnya membuktikan bahwa
pemimpin mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan yang dipimpin. Namun demikian, yang sangat menarik dari
penelitian tersebut adalah pemimpin tidak bisa melampaui terlalu banyak
dari kecerdasan pengikutnya.
2.) Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial, pemimpin cenderung
menjadi matang dan mempunyai emosi yang stabil, serta mempunyai
perhatian yang luas terhadap aktivitas-aktivitas sosial. Dia mempunyai
keinginan menghargai dan dihargai.
3.) Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi, para pemimpin secara relatif
mempunyai dirongan motivasi yang kuat untuk berprestasi. Mereka
berkerja berusaha mendapatkan penghargaan yang intrinsik dibandingkan
dari yang ekstrinsik.
4.) Sikap-Sikap Hubungan Kemanusiaan, pemimpin-pemimpin yang berhasil
mau mengakui harga diri dan khormatan pengikutnya dan mampu
berpihak kepadanya. dalam istilah penelitian universitas ohio pemimpin
itu mempunyai perhatian dan kalau mengikuti istilah perempuan michigan
13
pemimpin itu berorientasi pada karyawan bukannya beorientasi pada
produksi.
b. Teori Jalan Kecil-Tujuan (Path-Gold Theory)
Thoha (2002:4), menjelaskan bahwa Path-Goal Theory, teori ini sebenarnya
dimulai oleh Georgepoulosn dan kawan-kawan, kemudiannya dalam
pengambangnya yang modern dungkapkan oleh Martins Evans dan Robert
House. Path-Goal Theory, versi House (dalam Thoha 2002:42), memasukan
empat tipe, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Kepemimpinan Direktif. Tipe ini sama dengan model kepemimpinan
yang otokratis dari lippitt dan White. Bawahan tahu dengan pasti apa
yang diharapkan darinya dan pengarahan yang khusus diberikan oleh
pemimpin. Dalam model ini tidak ada partisipasi dari bawahan.
b. Kepemimpinan yang mendukung (Supportive leadership).
Kepemimpinan model ini mempunyai kesediaan untuk menjalankan
sendiri, bersahabat, mudah didekati dan mempunyai perhatian
kemanusiaan yang murni terhadap para bawahannya.
c. Kepemimpinan partisipatif. Pada gaya kepemimpinan ini pemimpin
berusaha meminta dan menggunakan saran-sarandari para
bawahannya. Namun pengambilan keputusan masih tetap berada
padanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar