Minggu, 28 Juli 2024

Faktor-Faktor Kinerja


Menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2019:13) dalam mengetahui
tingkat kinerja seorang karyawan dalam suatu perusahaan, ada beberapa faktor
yang dapat mempengaruhinya, antara lain:
a. Faktor Kemampuan (abbility)
Secara psikologis, kemampuan (abillity) pegawai terdiri dari
kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowladge + skill).
Artinya, setiap pegawai yang memiliki IQ di atas rata-rata dengan
pendidikan memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan
pekerjaannya, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang
diharapkan. Oleh karena itu, pegawai harus ditempatkan sesuai dengan
keahliannya.
b. Faktor Motivasi (Motivation)
Motivasi terbentuk dari sikap seorang pegawai dalam menghadapi
situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakan diri pegawai
yang terarah untuk mencapai tujuan organisasi. Sikap mental yang
mendorong diri pegawai untuk berusaha mencapai kinerja secara
maksimal. Sikap mental seseorang pegawai harus mempunyai sikap mental
yang siap secara psikofisik (siap secara mental, fisik, tujuan, dan situasi).
Artinya, seorang pegawai harus memiliki sikap mental, maupun secara
fisik, memahami tujuan utama dan target kerja yang akan dicapai, mampu
memanfaatkan, dan menciptakan situasi kerja.
Menurut Davis Clelland dalam Anwar Prabu Mangkunegara (2011:68)
berpendapat bahwa ada hubungan positif antara motif berprestasi dengan
pencapaian kinerja. Motif berprestasi merupakan suatu dorongan dalam diri
seorang pegawai untuk melakukan kegiatan atau tugas dengan sebaik-baiknya
agar mampu mencapai kinerja yang maksimal. Pegawai akan mampu mencapai
kinerja maksimal apabila pegawai tersebut memiliki motif berprestasi tinggi.
Motif berprestasi tersebut perlu dimiliki oleh setiap pegawai yang ditimbulkan
dari dalam diri sendiri selain dari lingkungan kerja. L. L. Cummings dan
Donald P. Schwab dalam Sinambela (2016:155) menyatakan bahwa terdapat
dua tujuan dari penilaian kinerja yang dinyatakan secara luas adalah untuk
mencapai suatu keterampilan yang evaluatif dan memberi pertimbangan
mengenai kinerja pegawai, dan untuk pengembangan karya lewat suatu
program.

Tidak ada komentar: