Indikator”kinerja” karyawan menurut (Mangkunegara, 2014:97)
adalah :
- Kuantitas, yaitu” jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. Pengukuran
kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan. - Kualitas, yaitu”mutu yang dihasilkan (baik atau tidaknya). Pengukuran
kualitatif”keluaran mencerminkan pengukuran “tingkat kepuasan” yaitu
seberapa”baik penyelesainnya ini berkaitan dengan bentuk keluaran. - Ketepatan”waktu, yaitu sesuai”tidaknya dengan waktu yang direncanakan.
Pengukuran ketepatan waktu”merupakan jenis khusus dari pengukuran
kuantitas yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan. - Efektifitas”tingkat penggunaan sumber daya manusia, yaitu organisasi
dimaksimalkan dengan maksud meningkatkan keuntungan dan
mengurangi kerugian dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya.
Dalam kinerja”karyawan, terdapat beberapa unsur yang harus menjadi
perhatian. Bernandin dan Russel (dalam Sapitri, 2016:5) mengemukakan
bahwa terdapat 7 indikator”yang terdapat dalam kinerja karyawan, yaitu:
1) Kuantitas (Quantity of work)
Kuantitas”yaitu jumlah dari hasil kinerja karyawan atas periode waktu yang
telah ditentukan. Dalam jangka waktu tertentu dilihat apakah hasil kinerja
sudah mampu untuk mencapai target. Sebagai marketing misalnya, apabila dia
mampu untuk melebihi target yang telah ditetapkan kepadanya maka itu lebih
bagus.
2) Kualitas” (Quality of work)
Kualitas kerja ini dinilai berdasarkan hasil kinerja dari karyawan, apakah
kinerja tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Ketika kinerja
dari karyawan mampu mencapai kriteria syarat yang ditentukan maka qualitas
dari kinerjanya sudah dinilai baik. Terlebih lagi apabila hasil kinerjanya lebih
bagus daripada syarat yang ditetapkan.
3) Pengetahuan”kerja (Job knowledge)
Pengetahuan”kerja meliputi”seberapa besar pengetahuan karyawan terhadap
kerja yang dilakukan. Juga seberapa besar keterampilan dari karyawan untuk
menyelesaikan dan mengembangkan kerja yang harus dilakukan.
4) Kerja”sama (Coorperation)
Kerja”sama yang dimaksud”disini yaitu kesediaan dari karyawan untuk
melakukan koordinasi dengan sesama karyawan. Selain itu tingkat komunikasi
yang baik juga menunjukkan bahwakerja sama yang telah dijalin oleh setiap
karyawan dalam perusahaan berjalan dengan baik.
5) Dapat”diandalkan (Dependability)
Setiap karyawan mampu untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi
tanggung jawabnya sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan. Hasil”dari
kinerjanya yang sesuai target juga merupakan ciri dari dapat diandalkan.
6) Inisiatif (Inisiative)
Inisiatif”yaitu semangat yang terdapat dalam diri karyawan untuk
mengerjakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dengan
mengusahakan untuk tepat waktu. Karyawan mampu”untuk menemukan
solusi bagi pekerjaan yang sulit untuk diselesaikan. Selain itu mampu untuk
menemukan strategi baru agar pekerjaan lebih mudah diselesaikan.
7) Sikap (Personal qualities)
Sikap dalam”penilaian”kinerja meliputi kepribadian, kepemimpinan, keramah
tamahan, dan integritas pribadi. Kemampuan”karyawan dalam menghadapi
setiap masalah yang terjadi dalam perusahaan, baik itu masalah yang terjadi
antar karyawan atau masalah pribadi. Dalam berinteraksi dengan sesama
karyawan karyawan mampu untuk mengondisikan diri dengan setiap karakter
karyawan lain yang berbeda-beda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar