Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak
pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Keberadaan infrastruktur yang
memadai sangat diperlukan. Sarana dan prasarana fisik, atau sering disebut
dengan infrastuktur, merupakan bagian yang sangat penting dalam sistem
pelayanan masyarakat. Berbagai fasilitas fisik merupakan hal yang vital guna
mendukung berbagai kegiatan pemerintahan, perekonomian, industri dan
kegiatan sosial di masyarakat dan pemerintahan.
Mulai dari sistem energi, transportasi jalan raya, bangunan kantor desa dan
sekolah, hingga telekomunikasi, masjid dan jaringan layanan air bersih,
kesemuanya itu memerlukan adanya dukungan infrastruktur yang handal
( Wijaya, 2012:23).
Agar lebih jelas ruang lingkup pembangunan infrastruktur dapat dibagi
menjadi tiga bagian, yaitu :
- Pembangunan infrastruktur transportasi perdesaan guna mendukung
peningkatan aksessibilitas masyarakat desa, yaitu: jalan, jembatan. - Pembangunan infrastruktur yang mendukung produksi pertanian, yaitu:
seperti peningkatan mutu dan pengelolaan pada petani kopi. - Pembangunan infrastruktur yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar
masyarakat, meliputi: penyediaan air bersih perdesaan.
Pembangunan infrastruktur yang berkualitas akan menciptakan kemakmuran
masyarakat. Hal yang harus dipikirkan adalah kita harus mampu membangun
sebuah infrastruktur yang saling terintegrasi satu sama lainnya. Karena ini
merupakan sebuah kemampuan sebuah bangsa dalam melaksanakan
pembangunan. Sering kali kita melihat jalan rusak, gedung tidak terurus,
jembatan yang rusak. Ini adalah gambaran yang sangat buruk dan tidak bisa
terus-menerus terjadi, karena setiap ada orang luar /pemerintah akan menilai
kemampuan kita dalam mengelola sebuah desa.
Dalam pelaksanaan sering kali kita temui kendala khususnya pada
pembangunan yang bersifat fisik, misalnya, seringkali para pihak yang terlibat
dalam proses pembangunan mengabaikan masalah lingkungan, sehingga
menyebabkan kerusakan lingkungan baik pada saat perencanaan maupun pada
saat pengoperasiannya, hal ini karena pihak- pihak yang terlibat dalam
kegiatan pembangunan tersebut lebih mengutamakan hasil atau produk dari
pembangunan itu sendiri, sementara dampaknya terhadap lingkungan masih
diabaikan. Belum lagi terkadang dana yang seharusnya dianggarkan untuk
pembangunan jalan dan jembatan sudah ditetapkan, masih saja di manfaatkan
oleh orang yang tidak bertangung jawab untuk kepentingan pribadinya.
Bubby (dalam Sugandha, 1986: 41) mendefinisikan pembangunan sebagai
suatu istilah teknis, yang berarti membangkitkan masyarakat di Negara-negara
berkembang dari kemiskinan, tingkat melek huruf (literacy rate) yang rendah,
pengangguran, dan ketidakadilan sosial. Salah satu cara yang penting untuk
dapat memaksimalkan pembangunan di desa Sindang Pagar yaitu dengan
kepemimpinan kepala desa dalam memotivasi, menggerakan partisipasi aktif
masyarakat dalam rangka mencapai tujuan pembangunan.
Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan 2012-2015, dititik beratkan
penanganannya pada desa tertinggal yang masih memiliki tingkat pelayanan
infrastruktur yang rendah. Fokus utama program adalah (i) pengembangan
masyarakat, (ii) pembangunan/peningkatan infrastruktur perdesaan dan (iii)
peningkatan peran stakeholder dan pemerintah daerah.
Ketidakseimbangan bukan kepincangan-kepincangan sosial yang sukar di
atasi. Dan terhadap perubahan-perubahan yang fundamental tersebut timbul
pendapat yang setuju dan tidak setuju. Sebagian masyarakat berpendapat
bahwa sebagai akibat suatu proses perubahan, yang sering dimaksudkan
dengan cara-cara baru yang dibawa oleh penjajah, maka efektivitas pola-pola
yang lama yang berpotensi menjaga keseimbangan sosial menjadi rusak.
Sedangkan pihak yang mendukungnya berpendapat bahwa perubahan
fundamental perlu di dorong untuk mengubah pola kehidupan atau sistem
masyarakat lama yang serba lamban dan kaku. Pada hakekatnya kedua
pendapat yang saling bertentangan itu mempunyai tujuan yang sama yaitu
menghilangkan atau sekurang-kurangnya mengurangi gangguan-gangguan
terhadap suatu perkembangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar