Senin, 29 Juli 2024

Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Perusahaan


Maswig (2008:3), kinerja perusahaan dipengaruhi oleh
beberapa faktor dari internal perusahaan maupun dari eksternal
perusahaan. Faktor tersebut diantaranya :
1). Faktor lingkungan bisnis eksternal
Lingkungan ini berada diluar perusahaan namun dalam
mengambil keputusan harus mempertimbangkan hal ini. Lingkungan ini
dapat berupa kebijakan pemerintah, kekuatan hukum, teknologi saat ini,
sumber daya, pesaing, selera pelanggan yang terus berkembang disetiap
waktunya.
2). Faktor lingkungan industri
Lingkungan industri merupakan serangkaian ancaman
masuknya pendatang baru yang potensial, adanya barang subtitusi dan
intensitas persaingan perusahaan yang secara langsung mempengaruhi
performa perusahaan (Hari, 2011). Lingkungan industri berperan
mempercepat perubahan lingkungan yang akhirnya berpengaruh
terhadap kinerja perusahaan.
Selain itu kinerja perusahaan juga tercermin pada laba
operasional dan laba bersih per saham serta rasio keuangan
menggambarkan keberhasilan manajemen dalam mengelola aktivitas
diperusahaan. Oleh karena itu, kinerja perusahaan juga dipengaruhi oleh
faktor mikro dan makro yaitu :
a). Faktor Mikro
Faktor ini mempengaruhi didalam perusahaan tersebut
yang berdampak pada harga saham perusahaan seperti laba bersih
per saham, nilai buku per saham, rasio ekuitas terhadap hutang,
maupun keberadaan komisaris independen, komite audit, dan
corporate governance.
b). Faktor Makro
Untuk faktor makro, dalam hal ini akan mempengaruhi
namun secara jangka panjang. Faktor tersebut meliputi tingkat bunga
umum domestic, inflasi, kebijakan pemerintah, krus valuta asing,
siklus ekonomi, dan peredaran uang.
c. Cara Mengukur Kinerja Perusahaan
Manajemen perusahaan dalam menjalankan tugas dan
tanggungjawabnya dalam mengevaluasi kinerja perusahaan dapat
diukur dengan menggunakan rasio profitabilitas atau dikenal juga
dengan rasio rentabilitas.
Kasmir (2015:199), dalam implementasinya, jenis-jenis
rasio profitabilitas yang sering digunakan dalam perusahaan meliputi :
1). Profit Margin (Profit margin on sales)
Rasio yang bertujuan untuk mengukur margin laba
penjualan yang telah dilakukan. Untuk mengukur rasio ini
menggunakan :
Profit Margin = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
Sales
2). Return On Investment (ROI)
Return On Investment (ROI), atau lebih dikenal dengan
Return On Assets menunjukkan pengembalian atas jumlah aktiva
yang digunakan dalam aktivitas perusahaan. ROI juga dapat
mengukur tingkat keefektifan manajemen dalam mengelola
investasi.
Proksi mengukur Return On Invesment adalah :
ROI = Earning After Interest & Tax
Total Assets
3). Return On Equity (ROE)
Return On Equity merupakan rasio yang menunjukkan
efisiensi penggunaan modal sendiri oleh manajemen perusahaan.
Semakin tinggi hasil rasio ini berarti semakin efisien, demikian pula
sebaliknya. Untuk mencari ROE sebagai berikut.
Return On Equity = Earning After Interest and Tax
Equity
Selain dengan cara diatas, dalam Kasmir (2015:205),
ROE dapat juga dicari dengan pendekatan Du Point seperti berikut :
Margin Laba Bersih x Perputaran Total Aktiva x Pengganda Ekuitas
4). Laba Per Lembar Saham Biasa
Laba per lembar saham atau sering disebut dengan rasio
nilai buku. Rasio ini mengukur kesuksesan manajemen dalam
mendapatkan keuntungan bagi pemegang saham. Keuntungan bagi
pemegang saham biasa meningkat berarti manajemen sudah berhasil
mensejahterakan para pemegang saham. Cara menghitung laba per
lembar saham biasa :
Laba Perlembar Saham = Laba saham biasa
Saham biasa yang beredar

Tidak ada komentar: