Setiap perusahaan pasti menginginkan kinerja yang baik dari” karyawan-
karyawanya, karena dengan begitu target yang ingin dicapai dapat dipenuhi.
Dalam interaksi sehari-hari, antara” atasan dan bawahan, berbagai asumsi dan
harapan lain muncul. Ketika atasan dan ”bawahan membentuk asumsi dan
harapan mereka sendiri, akan muncul” perbedaan-perbedaan. Hal inilah yang
akhirnya berpengaruh pada kinerja.
Kinerja (performance) ” mengacu kepada kadar pencapaian tugas-tugas
yang membentuk sebuah pekerjaankaryawan, kinerja merefleksikan seberapa
baik seorang karyawan memenuhi” persyaratan sebuah pekerjaan. Supaya
organisasi berfungsi secara efektif, maka organisasi diharapkan dapat
memikat, sehingga karyawan” dapat bertahan dan dapat melakukan tugas serta
peran mereka dengan baik.
Anwar ”Prabu” Mangkunegara (2014:67) dalam bukunya Manajemen
Sumber” Daya” Manusia Perusahaan, mengemukakan pengertian”kinerja
“Kinerja adalah”hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikanya”. Kinerja” menurut Bernadindan”Russel (dalam
Sapitri, 2016:5) adalah”catatan outcome yang dihasilkan dari fungsi suatu
pekerjaan tertentu atau kegiatan selama periode waktu tertentu.
Simanjutak (2014), kinerja”setiap orang dipengaruhi oleh banyak faktor
yang dapat digolongkan pada 3 kelompok, yaitu Kompetensi”Individu yang
wujudnya adalah etos kerja, dukungan”organisasi yang berupa budaya
organisasi dan iklim”organisasi yang berupa budaya”organisasi dan iklim
organisasi serta dukungan manajemen berupa Kepemimpinan atau keteladan
Perilaku Pimpinan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar