Laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil akhir dari proses pencatatan,
penggolongan dan peringkasan dari peristiwa-peristiwa yang setidak-tidaknya
bersifat keuangan dengan cara setepat-tepatnya dan dinyatakan dalam uang, serta
penafsiran dari hal-hal yang ditimbulkannya.
Laporan keuangan diartikan sebagai dua daftar yang disusun oleh akuntan pada
akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar itu adalah neraca atau daftar
posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar rugi laba. Pada waktu akhir-
akhir ini sudah menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan
daftar ketiga yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (Munawir,
1995 : 5).
Menurut Standar Akuntansi Keuangan, yang dimaksud dengan laporan keuangan
adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap
biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan
(yang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya, sebagai laporan arus kas,
atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang
merupakan bagian integral dari laporan keuangan (IAI, 2007 :1- 2).
Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi keuangan, dan disajikan
untuk pihak ekstern perusahaan. Laporan tersebut pada dasarnya berisi mengenai
posisi keuangan dan hasil-hasil yang diperoleh perusahaan secara keseluruhan.
Jadi pada prinsipnya laporan keuangan terdiri dari neraca dan laporan rugi laba
yang merupakan ikhtisar pertanggungjawaban dari manajemen keuangan. Bagian
dari laporan keuangan tersebut seringkali dijadikan variabel dalam menilai kinerja
perusahaan melalui penelitian (Halim dan Supomo, 1998:6).
16
Analisis laporan keuangan merupakan salah satu alat untuk menilai kinerja
perusahaan (Munawir, 1997 : 32 –42). Adapun teknik yang biasa digunakan
dalam analisis keuangan tersebut sebagai berikut.
1. Analisis perbandingan laporan keuangan.
2. Analisis deret berkala (trend analysis).
3. Laporan keuangan persentase perkomponen (command size statement).
4. Analisis sumber dan penggunaan kas.
5. Analisis rasio (ratio analysis).
6. Analisis perubahan laba kotor.
7. Analisis sumber dan penggunaan modal kerja.
8. Analisis titik pulang pokok (break even point).
Dengan adanya analisis laporan keuangan, manajer atau pimpinan perusahaan
dapat mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan sehingga
dapat diketahui hasil-hasil yang telah dicapai pada waktu yang lalu dan waktu
yang sedang berjalan. Selain itu dengan mengadakan analisis tahun ke tahun akan
diketahui kelemahan dan kelebihan yang telah didapatkan. Hasil analisis historis
tersebut sangat penting untuk memperbaiki rencana yang akan dilakukan di waktu
mendatang (Riyanto, 1995 : 327-328 ).
Tujuan mengadakan analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan adalah
(Simangunsong, 1995 : 2-3) :
1. Mengetahui kondisi keuangan pada saat tertentu melalui laporan neraca,
- Jumlah harta, utang dan modal perusahaan pada saat tertentu
- Sifat dari harta (lancar/tetap), utang (jangka pendek/panjang) dan sumber-
sumber modal.
2. Mengetahui tingkat efisiensi yang dicapai perusahaan dalam melaksanakan
usahanya melalui laporan rugi/laba yang menyatakan semakin efisien suatu
perusahaan, semakin besar laba yang diperoleh.
3. Mengetahui perkembangan perusahaan dengan membandingkan laporan
keuangan perusahaan selama dua periode/lebih yang berbeda, baik pada
laporan neraca, maupun laporan rugi/laba.
Dalam melakukan analisis keuangan, para analis harus memahami aktivitas
perusahaan yang dibutuhkan dalam analisis laporan keuangan serta mempunyai
kemampuan dan kebijakan dalam mengambil kesimpulan. Memahami aktivitas
perusahaan dilakukan untuk meyakinkan bahwa data yang ada pada laporan
keuangan tersebut relevan sesuai dengan yang diterapkan pada prosedur akuntansi
sehingga metode penilaian menjadi tepat. Metode dan teknik analisis digunakan
untuk menentukan dan mengukur hubungan antara nilai-nilai yang ada pada
laporan keuangan sehingga dapat diketahui perubahan-perubahan yang terjadi
dengan membandingkan laporan keuangan selama beberapa periode. Langkah
yang dilakukan dalam metode dan teknik analisis laporan keuangan yaitu
mengumpulkan data yang diperlukan, mengukur dan kemudian menganalisis
laporan dengan rasio-rasio yang ada sehingga data menjadi lebih berarti.
Ada dua metode analisis laporan keuangan (Woelfel, 1997 : 81), yaitu :
1. Analisis Horizontal, adalah analisis dengan menggunakan perbandingan
laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan
diketahui perkembangannya.
2. Analisis Vertikal, adalah analisis yang menggunakan laporan keuangan
selama satu periode atau satu saat saja, yaitu dengan menghitung
menggunakan rasio-rasio, sehingga akan diketahui keadaan keuangan atau
hasil operasi pada saat itu saja.
Metode dan teknik analisis yang digunakan, semuanya mempunyai tujuan yang
sama, yaitu untuk membuat agar data dapat lebih dimengerti sehingga dapat
digunakan dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Dalam melakukan analisis keuangan suatu perusahaan, para analis memerlukan
aturan tertentu. Ukuran yang sering digunakan dalam analisis rasio keuangan pada
dasarnya dapat dilakukan dengan dua macam perbandingan (Widodo, 2005 : 23),
yaitu :
1. Membandingkan rasio saat sekarang (present ratio) dengan rasio-rasio di
masa lalu (rasio historis) untuk perusahaan yang sama. Dari hasil
penghitungan rasio keuangan selama beberapa tahun dan disejajarkan dapat
dipelajari komposisi perubahan apakah ada kemajuan atau kemunduran
prestasi. Penghitungan rasio ini juga dapat dibuat untuk perkiraan rasio yang
diharapkan pada tahun yang akan datang.
2. Membandingkan rasio perusahaan dengan rasio rata-rata industri pada saat
yang sama. Di Amerika Serikat terdapat lembaga yang menerbitkan rasio dari
rata-rata industri seperti Robert Morris Associates Hall serta lembaga-
lembaga lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar