Dalam membahas tipe kepemimpinan dirujuk uraian pendapat yang ditulis
Kartono (2003: 80). Penjelasan Kartono tentang tipe kepemimpinan meliputi
delapan tipe kepemimpinan, yaitu:
a. Tipe Kepemimpinan Otokratik
Kepemimpinan ini menempatkan kekuasaan di tangan satu orang atau
sekelompok kecil orang yang diantara mereka tetap ada seseorang yang
paling berkuasa. Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal. Kedududkan
bawahan semata-mata sebagai pelaksana keputusan, perintah dan bahkan
kehendak pemimpin. Pemiimpin memandang dirinya lebih dalam segala hal,
dibandingkan dengan bawahannya. Perintah pemimpin tidak boleh di bantah,
karena dipandang sebagai satu-satunya yang paling benar.
b. Tipe kepemimpinan Paternalistik
Tipe kepemimpinan ini lebih mengutamakan kebersamaan. Tipe ini
memperlakukan semua satuan kerja yang terdapat dalam organisasi dengan
adil dan serata mungkin.
c. Tipe Kepemimpinan Kharismatik
Tipe kepemimpinan ini, pemimpin berkedududkan sebagai simbol.
Kepemimpinan dijalankan dengan memberikan kebebasan penuh pada orang
yang dipimpin dalam mengambil keputusan dan melakukan kegiatan menurut
kehendak dan kepentingan masing-masing. Baik secara perseorangan maupun
berupa kelompok-kelompok kecil. Pemimpin hanya mengfungsikan dirinya
sebagai penasehat, yang dilakukan dengan memberi kesempatan untuk
berkompromi.
d. Tipe Kepemimpinan Bebas (Laissez Faire)
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia
membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semuanya sendiri.
Pemimpin tidak berpartisipasi sedikitpun dalam kegiatan kelompoknya.
Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya
sendiri.
e. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan
bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi
pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab
internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. Kekuatan kepemimpinan
demokratis tidak terletak pada pemimpin akan tetapiterletak pada partisipasi
aktif dari setiap warga kelompok.
f. Tipe kepemimpinan Militeristik
Tipe kepmimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan
otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1)
lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat
otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan
mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara
ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya
disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran,
usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawaahannya, (6) komunikasi hanya
berlangsung searah.
g. Tipe kepemimpinan Administratif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu
menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya
biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang
menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu
dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalm
pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan
teknis yaitu teknologi, industri, manajemen moderen dan perkembangan sosial
ditengah msyarakat.
h. Tipe kepemimpinan populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang
tradisional, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar
negri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap
nasionalisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar