Minggu, 28 Juli 2024

Teori Kepemimpinan


Munculnya kepemimpinan disertai dengan dimulainya peradaban
manusia, yakni semenjak zaman nabi serta nenek moyang. Berkumpul
bersama untuk mempertahankan keberadaan hidupnya. Semenjak itulah
terjadinya kerjasama antar manusia dan muncul unsur kepemimpinan yang
memberikan arti bahwa “Individu mempengaruhi orang banyak untuk
sama-sama bekerjasama mewujudkan tujuan bersama” (Efriza, 2016 :
202).
Kepemimpinan ialah “proses-proses mempengaruhi, yang
mempengaruhi interpretasi mengenai insiden-insiden bagi para pengikut,
pilihan dari sasaran-sasaran bagi kelompok atau organisasi,
pengorganisasian dari aktivitas-aktivitas kerjasama untuk mencapai target
atau tujuan, pemeliharaan hubungan kerja sama dan team work, serta
perolehan dukungan serta kolaborasi dari orang-orang yang berada di luar
kelompok atau organisasi” (Yukl, 1994 : 4).
Pemimpin tentunya mempunyai kecerdasan serta karakter superior
di dalam segala aspek sebagai akibatnya layak diteladani oleh para
pengikutnya. Dari aspek gaya kepemimpinannya, pemimpin (leader) lebih
banyak menunjukkan gaya: visionary & help enabling people, service
leadership, serta mengarahkan. Dari aspek fungsi atau tugas yang
dijalankan, pemimpin (leader) lebih dominan dalam menjalankan fungsi
leadership, diantaranya: penciptaan visi, pembangkitan pandangan baru
(inspirasi), memberikan harapan sekaligus kepercayaan, memberikan
arahan, membangun team work, dan membangun serta mengelola
organisasi atau kelompok. Sehingga unsur pokok ini memberikan arti
bahwa “Individu mempengaruhi orang banyak untuk sama-sama
bekerjasama mewujudkan tujuan bersama.”(Wijaya, 2015 : 4).
Yang patut kita pahami bahwasannya, pemimpin ada dimana-
mana, karena dalam setiap kelompok sosial apapun jenis dan tingkatannya
pasti terdapat seorang yang menjadi pemimpin. Fenomena kepemimpinan
menjadi salah satu hal yang umum meskipun menjadi salah satu hal yang
paling sulit untuk kita pahami, kendati demikian pemimpin dan
kepemimpinan itu dimanapun juga dan kapanpun juga selalu diperlukan,
khususnya pada zaman modern sekarang dan di masa-masa mendatang
(Efriza, 2016 : 203).
Singkat kata, mengenai kepemimpinan ini ada satu adagium
Prancis yang menarik yaitu, “gouverner c’est previor”, yang intinya ialah
seni memerintah terletak pada kemampuan untuk mempersiapkan dan
mengantisipasi kecenderungan masa depan. Hal ini berarti bahwasannya
kepemimpinan perlu mempunyai visi, wawasan, serta mewujudkan
visinya ke dalam kenyataan dan bukan hanya sekedar mengikuti arus
prekembangan (Efriza, 2016 : 203)

Tidak ada komentar: